Pandangan itu. . .
Lagi-lagi pandangan yang aneh,
Namun, membuatkan nyaman dan heran.
Tapi, layaknya morfin untukku,
Tatapan itu lagi-lagi membuat,
Degup jantung itu berdegup tak layak biasanya.
Menghentikan logikaku,
Cukup kuat tuk bangunkan adrenalinku,
Layaknya gravitasi,
Kau pusat seluruh perubahan.
Antara. . .
Jarak yang memisahkan,
Pandangmu & pandangku.
Antara. . .
Yah, antara tatapan ini,
Aku. . .
Kamu. . .
Hanya tanda tanya besar dalam benakku.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Sunday, 16 June 2013
Friday, 14 June 2013
Lantunan Sebuah Lagu
Lewat sebuah lantunan lagu yang di putar,
melepas semua beban yang terbakar,
oleh sebuah asa kebersamaan,
baru kurasa lagi setelah sekian lama waktu berjalan.
Kutemukan kembali rasa yang begitu indah,
yang baru kutemui lagi saat ini.
Ternyata bukan hanyalah sebuah pertengkaran dalam pertemanan,
namun keceriaan serta kebahagiaan yang ku temukan disini.
Hilangnya semua amarah,
serta dendam dalam diri,
seketika musnah oleh alunan kebersamaan,
yang mengobati luka kesendirian ini.
Science Two Community
22-06-2011
11.45
Wednesday, 20 March 2013
Segenggam Keangkuhan
Dalam kesenduan aku berbicara,
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.
Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.
Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.
Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.
Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.
Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase.
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir.
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.
Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.
Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.
Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.
Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.
Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase.
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir.
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.
Subscribe to:
Posts (Atom)