Ketika sabar tak lagi menjadi jalan,
Kuhadapi badai dengan tekad tak terlawan,
Jika kau tak ingin diarahkan, biarlah berpamitan,
Hancur atau bangkit, semua dalam tangan Tuhan.
Ku mengalah demi hati yang kupuja,
Namun luka ini kian tak tertepis rasa,
Jika kau kehendaki bubar, jadilah nyata,
Kan kutempuh jalan perang, tanpa cela.
Doaku titipkan di langit yang kelam,
Persatukan hati ini, jika memang dalam,
Namun jika bubar takdirnya, aku takkan tenggelam,
Aku berdiri kokoh, walau hilang dalam dendam.
Inilah jiwa laki-laki yang bersuara,
Tak gentar meski badai datang menggema,
Jika perang adalah jawab, aku siap melangkah,
Hidup atau hilang, takkan pernah kusesali arah.