Sunday, 31 July 2011

Jangan Sebut Sesuatu

Jangan dulu menyebut sesuatu, bila aku
Mengirimkan selembar syair cinta ini khusus untukmu
Biarlah waktu menguji cuaca, hingga harap dan tanya
Berdamai dihalaman, memilih warna indahnya
Jangan tanyakan juga tentang anganku
Biarlah segalanya menumpuk
Seperti lumut pada batu, bertahun-tahun

Jangan katakan keyakinan dan kecemasan
Dihadapanku.biarkan belantara rahasia
Kian rimbun dikamar batin yang sunyi ini
Aku ingin kau menerima sesuatu dari diriku
Bukan karena aku telah memberikan sesuatu pada dirimu

Saturday, 30 July 2011

Keluarlah Dari Persembunyianmu

Kau tak perlu bersembunyi,
jika air mata telah jatuh dan terurai,
karena aku takkan menganggapmu lemah.

Jika masa lalumu tak ingin ku ketahui,
tetaplah bersamaku,
karna aku tak akan mengungkitnya.

Tapi yang jelas aku ingin mengetahuinya,
karna aku tak mau menjadi seperti dirinya,
yang telah menyakitimu.

Jadi, keluarlah dari persembunyianmu,
karena aku takkan melukaimu,
seperti yang telah dia lakukan pada dirimu.

Kepada Hati Itu

Tatapan tajam dari matanya,
yang penuh dengan arti.
Namun, aku tak pernah tau,
apa yang dia sembunyikan.

Aku sengaja menghindarinya,
bukan untuk menjauhinya,
tapi ku tak mau hal yang sama,
akan terjadi padanya.

Kepada hati itu,
aku pun selalu mencoba,
tuk membuatnya mengerti,
kesungguhan hati seseorang.

Kepada hati itu,
aku hilangkan semua keegoisanku,
hanyalah untuk mendapatkan,
perhatiannya, sayangnya, cintanya.

Dan Kepada hati itu,
aku akan selalu mencoba,
belajar mengerti dirinya di semua arti kehidupan.

Kehidupan yang penuh dengan kehampaan,
jika ku tak mendapatkannya.

3 Pemintaanku Terhadap Tuhan

Pertama, aku ingin tuhan membuatku bisa membalas semua kebaikan orang yang telah memberi kebaikan kepadaku apapun itu.

Kedua, aku ingin tuhan memberikanku kekuatan untuk menjalani ujian di dunia ini dengan semua keikhlasan dan meraup sebanyak-banyaknya investasi dari dunia ini untuk akhirat kelak.

Ketiga, aku menginginkan tuhan selalu mendekatkanku dengan orang-orang yang kucinta, kusayang dan yang mencintaiku, menyayangiku, serta kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan, serta membuatku sadar akan semua aktifitasku beserta timbal baliknya.

Friday, 22 July 2011

Bungkam Mulutmu Sendiri

"Dia bajingan, dia telah banyak berbohong kepadaku!"

Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.

Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.

Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"

Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.

Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.

Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.

Monday, 18 July 2011

Nyanyian Seorang Pendusta

Akhirnya kutangkap juga isyarat itu,
Lengkingan yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku
Kulihat sinis tersenyum disudut ruang
Tapi masih terdengar syair-syair perihmu
Lewat ventilasi yang masih terbuka
Memompa darah untuk bicra sekerasnya

Kini telah kudapati
Sebab tubuhku kini terbakar dan mengepulkan kekecewaan
Walau luka terasa ringan hingga terlupakan
Tapi masih kucari sorot matamu
Sampai aku dapat teguh menggenggam janji-janjiku
           

Tak Tahu

Engkau tertegun didepan kata
Cakrawala tiada lagi menggambarkan awal pertikaian
Engkau dan aku hanya langit biru dan putih awan
Yang indah menghiasi cakrawala alam
Ku ingin kau menjadi gairah
Tapi hatiku tersayat, terluka bagi jiwa masa lalu yang teraniaya
Kutangkap sepi di matamu yang biru,
Kucintai malam seperti kau bersahabat dengan kantuk
Yang membawamu dalam mimpi-mimpi

Adakah sedikit kata dalam gelap
Saat pergi dan kembali
Ku tak harap apapun, tak mengharap
Siapapun, juga tak mengharap engkau
Nafasku terhenti kala hening
Dipucuk kebisuan
Kuingin buat senyum
Dalam bebas angin berontak
Bergelegar takdir mengalir arus air
Tertegun kepasrahan masa lalu dan mimpi

Tanyaku Tentang Cinta

Kerinduan telah kuungkapkan
Cinta telah kuikrarkan
Setia telah kujanjikan

Namun tak percaya juga dirimu
Setelah berjuta-juta rayuku
Berjuta-juta ungkapan hatiku

Tak ku temu cintamu
Didepan rona mataku
Dibayang penantian cintamu

Jiwa Yang Terbangunkan

Engkau…
adalah bunga
yangmemancarkan nur keimanan
dari kaki bukit purnama tahmid
aku bangunkan jiwa
agar dapat merubah, menggiring
jiwaku ke singgasana dzikir
Fitrahku hanya kembali pada-Nya

Hening...
Bisu ???
Mengalirkan bening
Tetes air mata membasahi pipi

Setetes embun
mengirimkan riak adzan
menjamah kesunyian malam
mengalahkan berhala-berhala kehidupan
ku bertasbih pada-Nya