Egoku dan egomu mungkin sama kerasnya,
sehingga terkadang kesalah pahaman,
terjadi diantara diriku dan dirimu.
Ketakutanmu seringkali menjadi anggapan negatif bagiku,
begitu pula ketakutanku seringkali menjadi anggapan negatif bagimu.
Diriku dan dirimu pun tau kesalah pahaman ini ada,
karena aku dan kamu saling ingin menjaga,
walaupun terkadang cara dari pengertian,
aku padamu dan kamu padaku,
tak dapat dimengerti dengan baik,
oleh diri kita masing-masing.
Ku tau kau takut kehilanganku,
dan kau pun jelas tau aku pun takut kehilanganmu.
Keinginanmu dan keinginginanku adalah sama,
inginkan semua rasa ini abadi dan tak kan pernah berubah.
Tanyaku pada Tuhan,
akankah semua ini abadi?
Aku tak tau dan kau pun tak tau.
Tapi Tuhan Jelas tau dengan segala kuasa-Nya,
dan pintaku dengan segala pintaku pada-Nya,
Ku ingin abadi bersamamu.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Wednesday, 9 November 2011
Pagi Yang Sunyi
Pagi ini seperti biasanya,
tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya.
Hatiku sunyi saat semua orang,
sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Seketika ku tersadar dari impian masa lalu,
ini bukan waktunya lagi tuk bermimpi.
Tapi waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Tak akan pernah takut akan apapun,
itulah kalimat favouritku,
tetapi tuk saat ini kalimat sepantasnya,
adalah takutlah jika masa kelammu,
akan terulang di masa depan.
Bangunlah jiwa yang telah lama tertidur,
raih masa depan dengan kebahagiaan dan semangat kehidupan.
Jadikan masa lalumu sebagai pembelajaran,
sehingga kau tak terjatuh tuk kesekian kalinya.
tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya.
Hatiku sunyi saat semua orang,
sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Seketika ku tersadar dari impian masa lalu,
ini bukan waktunya lagi tuk bermimpi.
Tapi waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Tak akan pernah takut akan apapun,
itulah kalimat favouritku,
tetapi tuk saat ini kalimat sepantasnya,
adalah takutlah jika masa kelammu,
akan terulang di masa depan.
Bangunlah jiwa yang telah lama tertidur,
raih masa depan dengan kebahagiaan dan semangat kehidupan.
Jadikan masa lalumu sebagai pembelajaran,
sehingga kau tak terjatuh tuk kesekian kalinya.
Thursday, 27 October 2011
Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki
Di bawah bayang-bayang sinar cahaya bintang,
kupintal hasrat-hasrat tanpa harap,
menyanyi lagu-lagu cinta,
sambil tengadah ke langit kosong.
Tidaklah mungkin lagu tercipta tanpa nada,
rumah pun tak akan berdiri tanpa tiangnya,
bahkan segala kenangan pun pergi,
tinggalku dalam kesendirian yang sempurna.
kupintal hasrat-hasrat tanpa harap,
menyanyi lagu-lagu cinta,
sambil tengadah ke langit kosong.
Tidaklah mungkin lagu tercipta tanpa nada,
rumah pun tak akan berdiri tanpa tiangnya,
bahkan segala kenangan pun pergi,
tinggalku dalam kesendirian yang sempurna.
Wednesday, 26 October 2011
Untukmu Jiwa Yang Tak Kumengerti
Tersimpan sejuta tanyaku padamu,
tentang hal apa yang telah kulakukan padamu,
sehingga kau membuatku bingung seperti ini,
apakah aku salah? aku tak tau.
Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,
aku tak pernah berbohong kepadamu,
tapi mengapa kamu tak percaya padaku?
Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
berkatalah jika aku berbuat salah,
berkatalah sakit jika aku telah menyakitimu,
bukan dengan cara ini.
Kau kekasihku yang selalu ku lukai hatinya,
aku memang tak suci,
tapi bukan tak pantas kan aku bersanding denganmu?
Aku mencintaimu, dan telah jatuh cinta padamu,
aku tak tau, aku tak mengerti,
aku jujur tak mengerti akan semuanya.
Ada apa denganmu?
apa yang buatmu menjadi seperti ini?
kau buatku bingung,
kau buatku tak mengerti.
Karang kokoh pun akan hancur jika kau tak jaga,
karang pun akan melukaimu jika kau tak mencari sisi lembutnya,
karang takkan mampu melindungimu jika kau tak berada disisi seharusnya,
karang ini takkan kokoh tuk selamanya.
Untukmu jiwa yang tak kumengerti,
kau telah berhasil buatku bingung setengah mati,
dalam kesunyian dalam kesepian,
dan hanya tanda tanya besar yang hadir di benakku.
tentang hal apa yang telah kulakukan padamu,
sehingga kau membuatku bingung seperti ini,
apakah aku salah? aku tak tau.
Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,
aku tak pernah berbohong kepadamu,
tapi mengapa kamu tak percaya padaku?
Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
berkatalah jika aku berbuat salah,
berkatalah sakit jika aku telah menyakitimu,
bukan dengan cara ini.
Kau kekasihku yang selalu ku lukai hatinya,
aku memang tak suci,
tapi bukan tak pantas kan aku bersanding denganmu?
Aku mencintaimu, dan telah jatuh cinta padamu,
aku tak tau, aku tak mengerti,
aku jujur tak mengerti akan semuanya.
Ada apa denganmu?
apa yang buatmu menjadi seperti ini?
kau buatku bingung,
kau buatku tak mengerti.
Karang kokoh pun akan hancur jika kau tak jaga,
karang pun akan melukaimu jika kau tak mencari sisi lembutnya,
karang takkan mampu melindungimu jika kau tak berada disisi seharusnya,
karang ini takkan kokoh tuk selamanya.
Untukmu jiwa yang tak kumengerti,
kau telah berhasil buatku bingung setengah mati,
dalam kesunyian dalam kesepian,
dan hanya tanda tanya besar yang hadir di benakku.
Tuesday, 25 October 2011
Yang Ku Sayang
Di ujung karang pun menjulang,
di tepi samudera nan luas,
kunantikan dirimu,
wahai kekasih hatiku.
Bagai seorang pangeran,
menanti kekasih yang hilang,
tak ku sangka impiankan datang,
terbayang di mata hatipun mengenang.
Walau ke ujung dunia,
pasti kan kunanti,
walau ke tujuh samudera,
pasti akan ku tunggu,
karena ku yakin kau hanya untukku.
Rindupun kini t'lah menggebu,
tak ingin hati kan s'lalu pilu,
karena hanya dirimu,
belahan hati dan seluruh jiwaku.
di tepi samudera nan luas,
kunantikan dirimu,
wahai kekasih hatiku.
Bagai seorang pangeran,
menanti kekasih yang hilang,
tak ku sangka impiankan datang,
terbayang di mata hatipun mengenang.
Walau ke ujung dunia,
pasti kan kunanti,
walau ke tujuh samudera,
pasti akan ku tunggu,
karena ku yakin kau hanya untukku.
Rindupun kini t'lah menggebu,
tak ingin hati kan s'lalu pilu,
karena hanya dirimu,
belahan hati dan seluruh jiwaku.
Monday, 24 October 2011
Rintihan Jiwa
Bila berita surga,
tak lagi membuat hati rindu.
Bila berita neraka,
tak lagi membuat hati merana.
Maka perhitungan amal,
hanyalah angan-angan.
Butalah jiwa,
tersesat fatamorgana.
Mati dalam jasad yang resah.
Berhentilah!
Wahai jiwa yang panjang angan-angan!
Wahai jiwa yang hanya mampu bernostalgia,
dengan sejarah kemenangan!
Wahai jiwa yang hanya mampu meruntuhi kesalahan
dan usaha orang lain!
Kini saatnya memberi makna buat diri sendiri!
Menoreh prestasi, mencatat kemuliaan diri!
tak lagi membuat hati rindu.
Bila berita neraka,
tak lagi membuat hati merana.
Maka perhitungan amal,
hanyalah angan-angan.
Butalah jiwa,
tersesat fatamorgana.
Mati dalam jasad yang resah.
Berhentilah!
Wahai jiwa yang panjang angan-angan!
Wahai jiwa yang hanya mampu bernostalgia,
dengan sejarah kemenangan!
Wahai jiwa yang hanya mampu meruntuhi kesalahan
dan usaha orang lain!
Kini saatnya memberi makna buat diri sendiri!
Menoreh prestasi, mencatat kemuliaan diri!
Tuesday, 18 October 2011
Sebuah Perpisahan Yang Terlalu Cepat #Anak Al-Ma'soem (XII IPA2)
Pagi ini rasanya tidak
ada yang berbeda dengan pagi sebelumnya, masih dengan gagahnya matahari
menyinari bumi ini dan seakan memberikan suatu hal yang terang didalam
langkah kami , namun rasanya setelah langkah ini mengantarkan saya
hingga saya sampai didalam sebuah kelas yang dimana kelas itu selalu
menemani suka dan duka kami bersama bapak kami tercinta, rupanya kabar
yang sangat membuat saya atau kami sangat terpukul, yah bapak kami telah
meninggalkan SMA Al-Ma'soem dan meninggalkan kami semua disaat keadaan
seakan baik-baik saja, ini semua semakin membuat kami bertanya ada apa
dan mengapa bisa seperti ini ? Terlepas dari itu semua didalam catatan
ini biarkan jemari saya menari diatas sebuah laptop kusam yang mencoba
menggambarkan prasaan saya dan mungkin sedikit mewakili prasaan kami
yang ada didalam sekolah ini atau lebih tepatnya prasaan kami sebagai
anak bapak yang ada dikelas XII IPA2, Bapak yang selalu menemani kami
dalam setiap langkah kami,bapak yang selalu mendengarkan keluh kesah
kami tentang pelajaran,pacar,dll, bapak yang selalu menyambut kami
dengan senyuman dan mengasongkan tangannya untuk berjabat tangan dengan
jabat tangan yang spesial seperti kami adalah sahabat yang selalu dekat
tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap bapak, bapak yang selalu
memberikan motivasi terhadap kami disaat kami tidak mendapatkan itu
semua dari orang terdekat kami, bapak yang selalu dengan ikhlas mengajak
kami bercanda hingga kami merasa kelas ini seperti keluarga yang saling
mengisi satu sama lain, bapak yang selalu dengan semangatnya mengajak
kami untuk segera meniti masa depan dan selalu mengingatkan kami akan
hal buruk karena bapak pernah mengalami masa dimana kami berada
sekarang, bapak yang selalu takut jika gagal mendidik kami dan gagal
membawa kami menuju tempat dimana kami inginkan, bapak yang selalu
menyempatkan waktunya untuk mengingatkan kami membayar DOP melalui
sebuah sms walawpun terkadang kami menanggapi hal ini dengan sepele
padahal bapak mengirimkan pesan itu ditengah berbagai macam
kesibukannya,bapak yang biasa kami lihat dari depan kelas kami tengah
sibuk dengan laptopnya dan masih sempat menengok jika kami panggil bapak
dan itu tidak akan pernah kami temui didalam sosok siapapun, dan banyak
lagi sosok bapak yang tidak bisa kami gambarkan dalam catatan ini
karena sosok bapak terlalu spesial sehingga tidak bisa kami jelaskan
dengan rinci, namun apapun itu sosok bapak dihati kami adalah sosok
bapak yang tidak akan kami temui semasa kami duduk dibangku sekolah,
kadang kami merasa kesal dengan bapak, kadang kami merasa tidak sepaham
dengan bapak tapi bapak selalu membawa kami hingga kami bisa berjalan
dengan satu visi dan misi, Tidak pernah terbesit sedikitpun didalam
benak kami bahwa uts ini adalah uts terakhir bapak menemani kami,rasanya
ini seperti sebuah petir disiang bolong yang datang dengan mengaggetkan
kami semua sehingga membuat kelas kami yang biasanya diwarnai dengan
canda kini hanya tersisa tangisan dan sebuah kesedihan karena kami harus
kehilangan sosok bapak kami tercinta, rasanya kebersamaan ini terlalu
cepat berakhir disaat kami akan mengahadapi UN yang selalu bapak
tekankan agar kami fokus dan fokus, bapak yang meninggalkan kami disaat
kami masih sangat membutuhkan sosok bapak diantara kami, disaat kami
membutuhkan sosok bapak untuk tetap memotivasi kami dan tetap ada dengan
senyumannya dan kesahajaannya yang selalu membuat kami ingat akan sosok
bapak, mungkin saya hanya 2 tahun mengenal sosok bapak tapi bukan
berarti saya tidak mengenal sosok bapak yang sangat dekat dengan saya
bahkan tak jarang saya mampir ke rumah bapak untuk sekedar curhat dan
mengganggu waktu istirahatnya tetapi bapak tetap menyambut saya dengan
senyuman dan memberikan solusi dari setiap masalah yang saya alami
walawpun mata baapak terlihat sudah sangat mengantuk, kami sangat
terpukul dengan kepergian bapak kami tercinta walawpun bapak mengirimkan
pesan melalui saya "tlg sebarkan : ... aku kan slalu ada di hatimu ...
", sesaat setelah pesan itu saya baca maka kami semakin terpukul karena
sampai detik ini kami masih mengaharapkan bapak tetap bersama kami dan
tidak selangkahpun jauh untuk meninggalkan kami namun pesan itu seolah
mengiyakan kabar yang menyebutkan bapak pergi dari kami tanpa alasan
yang kami ketahui dan rasanya alasan yang terlalu membuat kami merasa
bodoh jika kami membiarkan bapak begitu saja pergi meninggalkan kami,
didalam hati kami kami berkata "TOLONG JANGAN BIARKAN BAPAK KAMI PERGI"
karena begitu gagahnya sosok bapak dan begitu membutuhkannya kami dengan
sosok bapak bersama kekurangan dan kelebihan yang ada didalam diri
bapak, rasanya kami menyesal karena kami belum pernah membuat bapak
sangat bangga dengan kami, karena kami belum bisa membuat bapak melihat
kami lulus melalui jalur undangan,SNMPTN,PMDK,dan jalur lainnya yang
membuat kami masuk kedalam perguruan tinggi negri ternama karena dengan
itulah kami bisa sedikit membayar rasa lelah bapak menemani kami selama 3
tahun dengan prestasi kami mahasiswa dan mahasiswi ternama dengan
dorongan dan semangat lecutan yang selalu bapak tumbuhkan didalam diri
kami selama ini, Diakhir catatan ini ijinkan saya ataupun kami
mengucapkan terima kasih kepada bapak, ijinkan kami menguraikan air mata
kami untuk meminta maaf kepada bapak karena selama bersama bapak tak
jarang kami membuat bapak kecewa dengan tingkah kami, ijinkan kami tetap
menyimpan bapak sebagai sosok yang tak akan tergantikan didalam hati
kami, ijinkan kami untuk tetap mendapatkan motivasi dari bapak, ijinkan
kami membuat bapak tersenyum dengan prestasi kami walawpun mungkin tak
bisa kami berikan tepat dihari ini, masih ada hari-hari didepan yang
akan datang menyambut kami tanpa sosok bapak tetapi itu semua tidak akan
menjadikan kami lupa akan sosok bapak, dan kami berjanji tidak akan
pernah melupakan sosok ATEP NIRWANA didalam sejarah perjalan hidup kami
sampai kapanpun, ijinkan kami tetap menjadikan bapak sebagai bapak kami
tercinta dan ijinkan kami untuk tetap melihat sosok bapak seperti yang
selalu ada didalam catatan otak kami.
#didalam catatan ini mungkin saya sebagai penulis adalah sosok yang sering membuat bapak kecewa dan sering membuat bapak marah dan merasa direpotkan akan gerak-gerik yang saya lakukan tapi perlu bapak ketahui, mungkin hari ini saya belum bisa membuat bapak bangga dengan sosok saya tapi saya berjanji saya akan membuat bangga dengan senyuman yang terpancar dari sosok bapak dimasa yang akan datang dan jauh didalam lubuk hati saya bahwa setiap saya memutuskan untuk melangkah menuju sebuah kelas maka saat itu pula saya berjalan untuk memberikan yang terbaik untuk bapak disamping orang tua saya dan segala orang yang berpengaruh dalam hidup saya, terima kasih untuk bimbingan bapak hingga samapi detik ini saya masih berada di sekolah yang mulai membuat saya muak ini, dimanapun bapak berada yakinlah kami selalu ada untuk bapak, jangan pernah sungkan untuk tetap memanggil kami dengan sebutan "anak", semoga bapak bisa lebih berhasil ditempat bapak berada sekarang dan semoga bapak bisa membuktikan bahwa sekolah kami telah salah membiarkan bapak pergi begitu saja !!!!!!!!!!!
We love you Pap, We love you Pa Ariel, We love you Pa Parto, And We ALWAYS love you ATEP "AANG" NIRWANA ..
#Deskripsikan sosok bapak kita menurut kalian yah, dikomen aja tulis supaya kita saling tau sosok bapak dimata kita seperti apa, tolong tagg ke temen-temen yang lain yah soalnya saya ga tau semua nama fb nya dan yang mau share mangga ,thanks
By: M. Galuh Fauzi
#didalam catatan ini mungkin saya sebagai penulis adalah sosok yang sering membuat bapak kecewa dan sering membuat bapak marah dan merasa direpotkan akan gerak-gerik yang saya lakukan tapi perlu bapak ketahui, mungkin hari ini saya belum bisa membuat bapak bangga dengan sosok saya tapi saya berjanji saya akan membuat bangga dengan senyuman yang terpancar dari sosok bapak dimasa yang akan datang dan jauh didalam lubuk hati saya bahwa setiap saya memutuskan untuk melangkah menuju sebuah kelas maka saat itu pula saya berjalan untuk memberikan yang terbaik untuk bapak disamping orang tua saya dan segala orang yang berpengaruh dalam hidup saya, terima kasih untuk bimbingan bapak hingga samapi detik ini saya masih berada di sekolah yang mulai membuat saya muak ini, dimanapun bapak berada yakinlah kami selalu ada untuk bapak, jangan pernah sungkan untuk tetap memanggil kami dengan sebutan "anak", semoga bapak bisa lebih berhasil ditempat bapak berada sekarang dan semoga bapak bisa membuktikan bahwa sekolah kami telah salah membiarkan bapak pergi begitu saja !!!!!!!!!!!
We love you Pap, We love you Pa Ariel, We love you Pa Parto, And We ALWAYS love you ATEP "AANG" NIRWANA ..
#Deskripsikan sosok bapak kita menurut kalian yah, dikomen aja tulis supaya kita saling tau sosok bapak dimata kita seperti apa, tolong tagg ke temen-temen yang lain yah soalnya saya ga tau semua nama fb nya dan yang mau share mangga ,thanks
By: M. Galuh Fauzi
Sunday, 16 October 2011
Ketulusan
Akal dan pikiranku bak menerawang
Khayal dan impianku terbang melayang
Sesaat kau pertanyakan tentang tulusnya cinta
Apakah cintamu tulus untukku?
Apakah setiamu kan selalu untukku?
Tanyamu membuat gundah kalbuku
Ketulusan cinta takkan terukir harta dan nyawa
Waktu takkan dapat memperhitungkan ketulusan
Ketulusan takkan berubah ditelan zaman
Setiaku hanyalah untukmu pemilik cinta sejati
Khayal dan impianku terbang melayang
Sesaat kau pertanyakan tentang tulusnya cinta
Apakah cintamu tulus untukku?
Apakah setiamu kan selalu untukku?
Tanyamu membuat gundah kalbuku
Ketulusan cinta takkan terukir harta dan nyawa
Waktu takkan dapat memperhitungkan ketulusan
Ketulusan takkan berubah ditelan zaman
Setiaku hanyalah untukmu pemilik cinta sejati
Misteri Diri
Memang telah cukup lama
Waktu telah berlalu
Malam pun telah berganti siang
Memang itu telah kodrati
Cukup lama memang
Dunia ini telah dicipta
Berjuta tahun lalu Adam dan Hawa dicipta
Cukup kita ketahui memang
Memang telah cukup lama
Waktu pertemuan kau dan aku
Hari pun telah kita lalui
Memang itu cerita indah
Cukup lama rupanya
Perasaan bimbang dan tanya
Berjuta tanyaku akan pribadimu
Cukuplah mungkin tinggal menjadi misteri
Misteri diri
Mungkin hal ini kan abadi
Tapi ku percaya pasti
Kau buka pintu dirimu
Agar ku tau jati dirimu
Waktu telah berlalu
Malam pun telah berganti siang
Memang itu telah kodrati
Cukup lama memang
Dunia ini telah dicipta
Berjuta tahun lalu Adam dan Hawa dicipta
Cukup kita ketahui memang
Memang telah cukup lama
Waktu pertemuan kau dan aku
Hari pun telah kita lalui
Memang itu cerita indah
Cukup lama rupanya
Perasaan bimbang dan tanya
Berjuta tanyaku akan pribadimu
Cukuplah mungkin tinggal menjadi misteri
Misteri diri
Mungkin hal ini kan abadi
Tapi ku percaya pasti
Kau buka pintu dirimu
Agar ku tau jati dirimu
Sunday, 9 October 2011
Dalam Sepi Ku Mencinta
Ku termenung akan dirimu,
ku termangun akan sikapmu,
ku tertunduk akan pandanganmu,
ku terlamun akan ucapanmu.
Dirimu gadis pujaanku,
sikapmu membuatku menerawang,
pandanganmu memancarkan kedamaian,
ucapanmu luluhkan hatiku.
Tapi apa daya diriku,
sepi yang kini menghampiriku,
disaat kau jauh dari pandanganku,
tetapi dirimu tetap dihatiku.
Dalam kesepian ku mencinta,
mencinta kasih yang kini tak disisiku,
bayang dirimu dalam hatiku,
yang akan selalu temani hidupku.
ku termangun akan sikapmu,
ku tertunduk akan pandanganmu,
ku terlamun akan ucapanmu.
Dirimu gadis pujaanku,
sikapmu membuatku menerawang,
pandanganmu memancarkan kedamaian,
ucapanmu luluhkan hatiku.
Tapi apa daya diriku,
sepi yang kini menghampiriku,
disaat kau jauh dari pandanganku,
tetapi dirimu tetap dihatiku.
Dalam kesepian ku mencinta,
mencinta kasih yang kini tak disisiku,
bayang dirimu dalam hatiku,
yang akan selalu temani hidupku.
Sunday, 25 September 2011
Dalam Anganku
Di jiwa ini terdapat bahasa yang mengalun indah,
ku mencoba mengungkapkannya,
dan selalu mencobanya.
Namun, apa dayaku,
pandangan matamu menghancurkan jiwaku,
kata-kata yang telah kususun semua dalam anganku,
seketika sirna saat melihat pandanganmu.
Mungkin aku sebuah karang,
yang bisa menyakitimu,
tapi jika kamu tau,
sedikitpun tidak ingin karang ini menyakitimu.
Dengan segenap cinta aku bertanya,
kau inginkan karang ini seperti apa,
hingga membuatmu nyaman,
dan tak merasa tersakiti?
Karang kokoh ini akan hancur,
lebur dan meluber oleh terpaan ombak,
jika kau tak membuatnya senyaman mungkin.
Karang ini terlubangi oleh masa kelamnya,
sebelum kau singgah dan berlindung padanya,
tetaplah berada disandaranmu,
dan berusahalah tutup lubang itu.
Terpaan ombak masih menghantamku,
dan tak pernah ku lewati,
rasa sakitku saat menyakitimu,
karena karang ini lemah tanpamu.
ku mencoba mengungkapkannya,
dan selalu mencobanya.
Namun, apa dayaku,
pandangan matamu menghancurkan jiwaku,
kata-kata yang telah kususun semua dalam anganku,
seketika sirna saat melihat pandanganmu.
Mungkin aku sebuah karang,
yang bisa menyakitimu,
tapi jika kamu tau,
sedikitpun tidak ingin karang ini menyakitimu.
Dengan segenap cinta aku bertanya,
kau inginkan karang ini seperti apa,
hingga membuatmu nyaman,
dan tak merasa tersakiti?
Karang kokoh ini akan hancur,
lebur dan meluber oleh terpaan ombak,
jika kau tak membuatnya senyaman mungkin.
Karang ini terlubangi oleh masa kelamnya,
sebelum kau singgah dan berlindung padanya,
tetaplah berada disandaranmu,
dan berusahalah tutup lubang itu.
Terpaan ombak masih menghantamku,
dan tak pernah ku lewati,
rasa sakitku saat menyakitimu,
karena karang ini lemah tanpamu.
Kau Yang Mengajariku Arti Kehidupan
Penglihatanmu memang tak berfungsi,
tapi bukan itu yang buatku menjauh,
tapi lantas aku mendekat,
dan menjalin persahabatan denganmu.
Kau memang tak melihat,
tapi hatimu lebih tajam dari pandangan matamu,
kau yang selama ini berikan arti kehidupan,
kau yang selalu bersabar di atas semua cemoohan,
aku salut padamu,
karena aku tidaklah bisa sesabar dirimu.
Biarlah Tuhan membawamu kembali,
sepi itu sekarang milikmu,
sebab kelak juga ia akan menjadi milik siapa saja,
aku, dia, ataupun mereka.
Cerita telah selesai dimainkan dengan baik,
tanpa cela dusta pura-pura,
tidurlah dengan nyenyak paling nyenyak.
Embun hati di basah hijau rumputan,
nanti terus lahir meneduhkanmu dari panas matahari,
mungkin juga bisa gelap paling dan tergelap,
tak luput bersahutan terhampar menjadi hutan.
Selamat tinggal sahabat,
terucap syukurku karena telah mengenalmu,
terucap terimakasih padamu,
yang mengajariku arti kehidupan.
tapi bukan itu yang buatku menjauh,
tapi lantas aku mendekat,
dan menjalin persahabatan denganmu.
Kau memang tak melihat,
tapi hatimu lebih tajam dari pandangan matamu,
kau yang selama ini berikan arti kehidupan,
kau yang selalu bersabar di atas semua cemoohan,
aku salut padamu,
karena aku tidaklah bisa sesabar dirimu.
Biarlah Tuhan membawamu kembali,
sepi itu sekarang milikmu,
sebab kelak juga ia akan menjadi milik siapa saja,
aku, dia, ataupun mereka.
Cerita telah selesai dimainkan dengan baik,
tanpa cela dusta pura-pura,
tidurlah dengan nyenyak paling nyenyak.
Embun hati di basah hijau rumputan,
nanti terus lahir meneduhkanmu dari panas matahari,
mungkin juga bisa gelap paling dan tergelap,
tak luput bersahutan terhampar menjadi hutan.
Selamat tinggal sahabat,
terucap syukurku karena telah mengenalmu,
terucap terimakasih padamu,
yang mengajariku arti kehidupan.
Saturday, 10 September 2011
Expresi Hati
Kau terlalu indah,
hingga ku selalu berfikir berulang-ulang,
hanya untuk mengatakan sebuah kalimat.
Ku takkan merasa jenuh,
karena kau selalu kurasakan dalam hatiku,
penantianku tulus untukmu.
Parasmu sungguh sangat indah,
sehingga takkan pernah,
buatku untuk alihkan pandanganku darimu.
Senyummu menggetarkan jiwaku,
karena musim ini begitu berat untukku,
cobalah terangi langkahku dengan rasa sayangmu.
Dan aku akan akhiri semua pencarianku,
pada dirimu yang telah buatku terdiam terbisu,
oleh semua rasa kagum diriku padamu.
Masa laluku,
masa lalumu,
aku tak peduli semua itu,
karena yang pasti aku mencintaimu.
hingga ku selalu berfikir berulang-ulang,
hanya untuk mengatakan sebuah kalimat.
Ku takkan merasa jenuh,
karena kau selalu kurasakan dalam hatiku,
penantianku tulus untukmu.
Parasmu sungguh sangat indah,
sehingga takkan pernah,
buatku untuk alihkan pandanganku darimu.
Senyummu menggetarkan jiwaku,
karena musim ini begitu berat untukku,
cobalah terangi langkahku dengan rasa sayangmu.
Dan aku akan akhiri semua pencarianku,
pada dirimu yang telah buatku terdiam terbisu,
oleh semua rasa kagum diriku padamu.
Masa laluku,
masa lalumu,
aku tak peduli semua itu,
karena yang pasti aku mencintaimu.
Wednesday, 7 September 2011
Tanya Pada Bintang, Mungkin Ia Tau.
Bermain dengan semua keraguan,
berteman dengan semua keangkuhan.
Namun, kau temaniku di malamku yang sunyi,
musim boleh berubah,
pandangan manusia pun semuanya berubah,
tapi tidak denganmu.
Ketika semua menjauh,
kau temaniku di gelap malamku,
merasakan semua berputar,
hingga ku terjatuh namun kau tetap berada di dekatku.
Mendekap bayangku sendiri di tengah kesunyian,
kau datang dengan segala kehangatan,
dan ku rasakan semua panggilanmu wahai bintang,
ingin ku gapai erat dirimu walau itu dalam khayalku.
Kau rangkaikan sebuah mimpi untukku,
buatku selalu bermimpi dalam angan kelamku,
bantuku lepas semua beban kehidupan,
dan kau telah berhasil buatku tertawa di dalam kesedihanku.
Melihat semua harapan yang selalu berubah,
tinggalkan dirimu dan dirinya dengan semua keraguan,
mereka-reka apa yang terjadi ke depannya.
Aku tak tau, kau dan dia pun tak tahu.
Tanya pada bintang, mungkin ia tau.
berteman dengan semua keangkuhan.
Namun, kau temaniku di malamku yang sunyi,
musim boleh berubah,
pandangan manusia pun semuanya berubah,
tapi tidak denganmu.
Ketika semua menjauh,
kau temaniku di gelap malamku,
merasakan semua berputar,
hingga ku terjatuh namun kau tetap berada di dekatku.
Mendekap bayangku sendiri di tengah kesunyian,
kau datang dengan segala kehangatan,
dan ku rasakan semua panggilanmu wahai bintang,
ingin ku gapai erat dirimu walau itu dalam khayalku.
Kau rangkaikan sebuah mimpi untukku,
buatku selalu bermimpi dalam angan kelamku,
bantuku lepas semua beban kehidupan,
dan kau telah berhasil buatku tertawa di dalam kesedihanku.
Melihat semua harapan yang selalu berubah,
tinggalkan dirimu dan dirinya dengan semua keraguan,
mereka-reka apa yang terjadi ke depannya.
Aku tak tau, kau dan dia pun tak tahu.
Tanya pada bintang, mungkin ia tau.
Monday, 5 September 2011
Sebuah Keyakinan
Tak ada yang mudah,
ketika semua hal kau anggap sulit,
dan tak pula ada yang sulit,
ketika semua hal kau anggap mudah.
Semua harapan ditentukan oleh,
keyakinan hati, usaha, dan do'a,
untuk mendapatkannya.
Ragu akan sesuatu itu bukanlah masalah,
asal keraguan itu tidaklah lebih besar dari keyakinanmu.
Lihatlah diatasmu,
lau lihatlah dibawahmu,
kau diantara mereka,
jangan ragu atau apapun, tapi yakinlah.
Kehidupan ini berputar,
dan tak jelas arahnya kedepan atau kebelakang.
Kau boleh menyangkal atau setuju,
yang pasti kamu takkan melewatkan,
2 hal terpenting,
sial dan beruntung.
Jangan merasa sial,
ketika orang lain yang jelas,
lebih sedikit berusaha dibandingkan dirimu,
bahkan tidak berusaha berhasil.
Dan jangan merasa beruntung,
ketika orang lain yang jelas,
lebih banyak berusaha dibandingkan dirimu,
bahkan sangat giat berusaha gagal.
Buatlah Tuhan memberimu keberuntungan,
dan berharaplah Ia tidak memberi kesialan.
Usaha adalah sebuah proses,
yang tak mungkin memungkiri,
betapa berharganya buah akal dan fikiran kita.
Sebuah keyakinan, ketenangan hati, do'a,
usaha, serta harapan akan keajaiban,
akan membuat segala hal tersulit di dunia ini,
akan lebih mudah terlihat di segala pandangan kehidupan.
ketika semua hal kau anggap sulit,
dan tak pula ada yang sulit,
ketika semua hal kau anggap mudah.
Semua harapan ditentukan oleh,
keyakinan hati, usaha, dan do'a,
untuk mendapatkannya.
Ragu akan sesuatu itu bukanlah masalah,
asal keraguan itu tidaklah lebih besar dari keyakinanmu.
Lihatlah diatasmu,
lau lihatlah dibawahmu,
kau diantara mereka,
jangan ragu atau apapun, tapi yakinlah.
Kehidupan ini berputar,
dan tak jelas arahnya kedepan atau kebelakang.
Kau boleh menyangkal atau setuju,
yang pasti kamu takkan melewatkan,
2 hal terpenting,
sial dan beruntung.
Jangan merasa sial,
ketika orang lain yang jelas,
lebih sedikit berusaha dibandingkan dirimu,
bahkan tidak berusaha berhasil.
Dan jangan merasa beruntung,
ketika orang lain yang jelas,
lebih banyak berusaha dibandingkan dirimu,
bahkan sangat giat berusaha gagal.
Buatlah Tuhan memberimu keberuntungan,
dan berharaplah Ia tidak memberi kesialan.
Usaha adalah sebuah proses,
yang tak mungkin memungkiri,
betapa berharganya buah akal dan fikiran kita.
Sebuah keyakinan, ketenangan hati, do'a,
usaha, serta harapan akan keajaiban,
akan membuat segala hal tersulit di dunia ini,
akan lebih mudah terlihat di segala pandangan kehidupan.
Saturday, 3 September 2011
Lautan Hatiku
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Kayak perak yang murni,
Bersinar waktu malam,
Bayangan indah,
Elok dan ayu,
Bayangan wajah,
Hati merindu.
Membayang Ratu Malam,
Atas lautan hatiku,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Citra wajahmu,
Dibayangkan begitu,
Atas permukaan lautan hatiku.
Tanpa tudung kulihatmu,
Memang citra nurani,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Kayak perak yang murni,
Bersinar waktu malam,
Bayangan indah,
Elok dan ayu,
Bayangan wajah,
Hati merindu.
Membayang Ratu Malam,
Atas lautan hatiku,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Citra wajahmu,
Dibayangkan begitu,
Atas permukaan lautan hatiku.
Tanpa tudung kulihatmu,
Memang citra nurani,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Menghilang Dalam Hampa
Sekarang apa lagi yang ingin kau buat padaku?
tak satupun dari sejuta gangguanmu itu buatku tertuju padamu,
aku muak akan kamu yang tak pernah dewasa,
setidaknya kau tidak kurang dewasa dari pada aku.
Tapi, bukannya kau berfikir setelah ku putuskan semua,
kau malah merusak segalanya,
ku akan tepati janji itu,
jika kau tak mendekatinya dan bicara padanya.
Dan untukmu yang bersembunyi di balik topeng itu,
ternyata semuanya hanya dusta belaka,
kau inginkan sang dewiku untuk berpaling kepadamu,
tapi silahkan dia bukan milikku lagi.
Semua terasa hampa bagiku,
semua seharusnya ku bisa kontrol,
sehingga tak perlu rasanya aku mengingat semua ini,
tapi kau juga yang ingatkanku pada semuanya.
Ku ingin menghirup kebebasan di atas semua penderitaaanku,
ku ingin merasakan semua syair yang ku buat bukan untuk melepas bebanku,
tapi dasar keindahan sebuah kata-kata,
tapi lupakanlah, semua sudah tak berarti.
Kau bisa hilang dalam hampa,
kau bisa pergi tanpa arti,
kau bisa pergi selamanya,
tapi kau takkan pernah bisa menghapus semua jejak langkahmu itu.
tak satupun dari sejuta gangguanmu itu buatku tertuju padamu,
aku muak akan kamu yang tak pernah dewasa,
setidaknya kau tidak kurang dewasa dari pada aku.
Tapi, bukannya kau berfikir setelah ku putuskan semua,
kau malah merusak segalanya,
ku akan tepati janji itu,
jika kau tak mendekatinya dan bicara padanya.
Dan untukmu yang bersembunyi di balik topeng itu,
ternyata semuanya hanya dusta belaka,
kau inginkan sang dewiku untuk berpaling kepadamu,
tapi silahkan dia bukan milikku lagi.
Semua terasa hampa bagiku,
semua seharusnya ku bisa kontrol,
sehingga tak perlu rasanya aku mengingat semua ini,
tapi kau juga yang ingatkanku pada semuanya.
Ku ingin menghirup kebebasan di atas semua penderitaaanku,
ku ingin merasakan semua syair yang ku buat bukan untuk melepas bebanku,
tapi dasar keindahan sebuah kata-kata,
tapi lupakanlah, semua sudah tak berarti.
Kau bisa hilang dalam hampa,
kau bisa pergi tanpa arti,
kau bisa pergi selamanya,
tapi kau takkan pernah bisa menghapus semua jejak langkahmu itu.
Thursday, 25 August 2011
Kamu Tidak Akan Pernah Berjalan Sendirian
Kamu tidak akan pernah berjalan sendirian,
karena aku akan selalu bersamamu,
di setiap langkahmu, di setiap hembusan nafasmu,
percayalah akan ucapanku ini.
Di setiap kamu berfikir kamu tidak bisa berjalan sendirian,
di sampingmu aku menemanimu,
di sampingmu aku hapuskan rasa itu,
rasa kegelisahan, yang seakan kau itu hidup sendirian.
Kamu tidak sendirian,
apa kau tak menganggapku ada?
Ingatlah aku, karna aku slalu ada,
setidaknya hingga Tuhan cabut nyawaku.
Aku akan menjadi sandaran yang kuat untukmu,
sehingga tak akan membuatmu terjatuh kesekian kalinya,
Aku akan menjadi sebuah karang yang kokoh,
sehingga ombak lautan takkan menghancurkanmu dan membawamu.
Kamu Tidak Akan Berjalan Sendirian,
maka jangan lagi merasakan sebuah kehampaan,
karna itu tak lantas membuatmu kuat,
itu hanya membuatmu semakin lemah.
karena aku akan selalu bersamamu,
di setiap langkahmu, di setiap hembusan nafasmu,
percayalah akan ucapanku ini.
Di setiap kamu berfikir kamu tidak bisa berjalan sendirian,
di sampingmu aku menemanimu,
di sampingmu aku hapuskan rasa itu,
rasa kegelisahan, yang seakan kau itu hidup sendirian.
Kamu tidak sendirian,
apa kau tak menganggapku ada?
Ingatlah aku, karna aku slalu ada,
setidaknya hingga Tuhan cabut nyawaku.
Aku akan menjadi sandaran yang kuat untukmu,
sehingga tak akan membuatmu terjatuh kesekian kalinya,
Aku akan menjadi sebuah karang yang kokoh,
sehingga ombak lautan takkan menghancurkanmu dan membawamu.
Kamu Tidak Akan Berjalan Sendirian,
maka jangan lagi merasakan sebuah kehampaan,
karna itu tak lantas membuatmu kuat,
itu hanya membuatmu semakin lemah.
Saturday, 20 August 2011
Sebuah Ungkapan Kosong
Hanya sebuah ungkapan kosong,
yang bisa aku ucapkan disini.
Sebuah malam yang gelap,
tidak membuatku mengantuk.
Aku,
Ya ini aku,
dengan sejuta kekhawatiranku.
Hembuskan sebuah nafas kehidupan,
ketika semua rasa ini menjadi gelombang kehampaan,
aku inginkan dirimu datang dan temui aku.
Aku,
Ya ini aku,
yang dengan jelas mengisyaratkan,
bahwa kaulah segalanya arah tujuanku.
yang bisa aku ucapkan disini.
Sebuah malam yang gelap,
tidak membuatku mengantuk.
Aku,
Ya ini aku,
dengan sejuta kekhawatiranku.
Hembuskan sebuah nafas kehidupan,
ketika semua rasa ini menjadi gelombang kehampaan,
aku inginkan dirimu datang dan temui aku.
Aku,
Ya ini aku,
yang dengan jelas mengisyaratkan,
bahwa kaulah segalanya arah tujuanku.
Sunday, 7 August 2011
Katakan Sejujurnya
Tutur katamu yang lembut itu,
sering kali buatku tak berkutik,
bukan karena aku tak mau mengelak,
tapi ku tak mau kecewakanmu.
Dengarkan aku,
aku yang selalu berada disisimu,
aku yang selalu setia denganmu,
dan akulah yang selalu mencintaimu.
Katakan sejujurnya,
jika benar bahwa itu perasaanmu,
katakan sejujurnya,
jika benar kau cinta padaku.
Katakan sejujurnya,
walaupun perasaanmu itu buatku sakit,
katakan sejujurnya,
karena aku akan menunggumu selamanya.
sering kali buatku tak berkutik,
bukan karena aku tak mau mengelak,
tapi ku tak mau kecewakanmu.
Dengarkan aku,
aku yang selalu berada disisimu,
aku yang selalu setia denganmu,
dan akulah yang selalu mencintaimu.
Katakan sejujurnya,
jika benar bahwa itu perasaanmu,
katakan sejujurnya,
jika benar kau cinta padaku.
Katakan sejujurnya,
walaupun perasaanmu itu buatku sakit,
katakan sejujurnya,
karena aku akan menunggumu selamanya.
Friday, 5 August 2011
Kalam Cinta
Pena ini tergores atas kalam-kalam cinta
Meronakan kanvas atas untaian-untaian cinta
Seribu malaikat menauingi cerita-cerita cinta
Seratus peri menari gerak-gerik cinta
Asas-asas cinta dalam pena asmara
Memijak jagad mencoba tumpahkan rasa
Pada pemilik cinta sejati
Bidadari pengobat hati
Yang kelak bersemayam di sanubari
Dengan cinta yang sejati
kala ini kusambut dirimu
walau tak kutemui jasadmu kini
senyum manismu terus terbayang
anganku terbang melayang
menggapai harap yang tak mungkin terwujud
karena ku tahu kau tlah terikat
terikat janji setia
biar kuresapi dan kunikmati senyum manismu
walau jasadmu takkan pernah bisa kurengkuh dan kupeluk
indah memang cerita romeo dan juliet
tapi cinta tak selamanya indah
cinta tak berarti memiliki
karena jasadmu takkan mungkin kumiliki.
jika itu mungkin
seberapa mungkin angan dan harap itu bisa terwujud
seberapa mungkin jasadmu bisa kurengkuh dan kupeluk
seberapa mungkin kudapati dirimu bersandar manja dipelukanku
harap dan anganku berhamburan karena kemungkinan itu takkan terwujud
karena jasadmu takkan pernah dapat kumiliki
Wednesday, 3 August 2011
Keresahan
Dikamar ini
Aku terbelenggu dalam ragu
Resah yang kerap hadir
Membuat mata sulit terpejam
Direlung hati yang paling dalam
Tergores tanya tentangmu
Adakah kata cinta terucap untukku
Adakah kasih sayang bagiku
Hatiku gundah
Diam tanpa kepastian
Membisu tanpa jawaban
Terbelenggu oleh penantian
Alunan Suara Hati
Perjumpaan kau dan aku
Laksana angin terpa pepohonan
Hembus angin kasihku
Hempas gundah pepohonan dihatimu
Tulus kasih dilambung penantian
Disini aku menanti
Mencari sejuta mutiara cinta
Didasar lautan jiwa
Hingga malam kurasa panjang
Dimana penantianku yang tak pernah usai
Sunday, 31 July 2011
Jangan Sebut Sesuatu
Jangan dulu menyebut sesuatu, bila aku
Mengirimkan selembar syair cinta ini khusus untukmu
Biarlah waktu menguji cuaca, hingga harap dan tanya
Berdamai dihalaman, memilih warna indahnya
Jangan tanyakan juga tentang anganku
Biarlah segalanya menumpuk
Seperti lumut pada batu, bertahun-tahun
Jangan katakan keyakinan dan kecemasan
Dihadapanku.biarkan belantara rahasia
Kian rimbun dikamar batin yang sunyi ini
Aku ingin kau menerima sesuatu dari diriku
Bukan karena aku telah memberikan sesuatu pada dirimu
Saturday, 30 July 2011
Keluarlah Dari Persembunyianmu
Kau tak perlu bersembunyi,
jika air mata telah jatuh dan terurai,
karena aku takkan menganggapmu lemah.
Jika masa lalumu tak ingin ku ketahui,
tetaplah bersamaku,
karna aku tak akan mengungkitnya.
Tapi yang jelas aku ingin mengetahuinya,
karna aku tak mau menjadi seperti dirinya,
yang telah menyakitimu.
Jadi, keluarlah dari persembunyianmu,
karena aku takkan melukaimu,
seperti yang telah dia lakukan pada dirimu.
jika air mata telah jatuh dan terurai,
karena aku takkan menganggapmu lemah.
Jika masa lalumu tak ingin ku ketahui,
tetaplah bersamaku,
karna aku tak akan mengungkitnya.
Tapi yang jelas aku ingin mengetahuinya,
karna aku tak mau menjadi seperti dirinya,
yang telah menyakitimu.
Jadi, keluarlah dari persembunyianmu,
karena aku takkan melukaimu,
seperti yang telah dia lakukan pada dirimu.
Kepada Hati Itu
Tatapan tajam dari matanya,
yang penuh dengan arti.
Namun, aku tak pernah tau,
apa yang dia sembunyikan.
Aku sengaja menghindarinya,
bukan untuk menjauhinya,
tapi ku tak mau hal yang sama,
akan terjadi padanya.
Kepada hati itu,
aku pun selalu mencoba,
tuk membuatnya mengerti,
kesungguhan hati seseorang.
Kepada hati itu,
aku hilangkan semua keegoisanku,
hanyalah untuk mendapatkan,
perhatiannya, sayangnya, cintanya.
Dan Kepada hati itu,
aku akan selalu mencoba,
belajar mengerti dirinya di semua arti kehidupan.
Kehidupan yang penuh dengan kehampaan,
jika ku tak mendapatkannya.
yang penuh dengan arti.
Namun, aku tak pernah tau,
apa yang dia sembunyikan.
Aku sengaja menghindarinya,
bukan untuk menjauhinya,
tapi ku tak mau hal yang sama,
akan terjadi padanya.
Kepada hati itu,
aku pun selalu mencoba,
tuk membuatnya mengerti,
kesungguhan hati seseorang.
Kepada hati itu,
aku hilangkan semua keegoisanku,
hanyalah untuk mendapatkan,
perhatiannya, sayangnya, cintanya.
Dan Kepada hati itu,
aku akan selalu mencoba,
belajar mengerti dirinya di semua arti kehidupan.
Kehidupan yang penuh dengan kehampaan,
jika ku tak mendapatkannya.
3 Pemintaanku Terhadap Tuhan
Pertama, aku ingin tuhan membuatku bisa membalas semua kebaikan orang yang telah memberi kebaikan kepadaku apapun itu.
Kedua, aku ingin tuhan memberikanku kekuatan untuk menjalani ujian di dunia ini dengan semua keikhlasan dan meraup sebanyak-banyaknya investasi dari dunia ini untuk akhirat kelak.
Ketiga, aku menginginkan tuhan selalu mendekatkanku dengan orang-orang yang kucinta, kusayang dan yang mencintaiku, menyayangiku, serta kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan, serta membuatku sadar akan semua aktifitasku beserta timbal baliknya.
Kedua, aku ingin tuhan memberikanku kekuatan untuk menjalani ujian di dunia ini dengan semua keikhlasan dan meraup sebanyak-banyaknya investasi dari dunia ini untuk akhirat kelak.
Ketiga, aku menginginkan tuhan selalu mendekatkanku dengan orang-orang yang kucinta, kusayang dan yang mencintaiku, menyayangiku, serta kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan, serta membuatku sadar akan semua aktifitasku beserta timbal baliknya.
Friday, 22 July 2011
Bungkam Mulutmu Sendiri
"Dia bajingan, dia telah banyak berbohong kepadaku!"
Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.
Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.
Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"
Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.
Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.
Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.
Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.
Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.
Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"
Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.
Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.
Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.
Monday, 18 July 2011
Nyanyian Seorang Pendusta
Akhirnya kutangkap juga isyarat itu,
Lengkingan yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku
Kulihat sinis tersenyum disudut ruang
Tapi masih terdengar syair-syair perihmu
Lewat ventilasi yang masih terbuka
Memompa darah untuk bicra sekerasnya
Kini telah kudapati
Sebab tubuhku kini terbakar dan mengepulkan kekecewaan
Walau luka terasa ringan hingga terlupakan
Tapi masih kucari sorot matamu
Sampai aku dapat teguh menggenggam janji-janjiku
Subscribe to:
Posts (Atom)