Tuesday, 17 December 2024

Perang Jiwa

 

Ketika sabar tak lagi menjadi jalan,
Kuhadapi badai dengan tekad tak terlawan,
Jika kau tak ingin diarahkan, biarlah berpamitan,
Hancur atau bangkit, semua dalam tangan Tuhan.

Ku mengalah demi hati yang kupuja,
Namun luka ini kian tak tertepis rasa,
Jika kau kehendaki bubar, jadilah nyata,
Kan kutempuh jalan perang, tanpa cela.

Doaku titipkan di langit yang kelam,
Persatukan hati ini, jika memang dalam,
Namun jika bubar takdirnya, aku takkan tenggelam,
Aku berdiri kokoh, walau hilang dalam dendam.

Inilah jiwa laki-laki yang bersuara,
Tak gentar meski badai datang menggema,
Jika perang adalah jawab, aku siap melangkah,
Hidup atau hilang, takkan pernah kusesali arah.

Monday, 16 December 2024

Pengkhianatan di Balik Janji

 

Ada janji yang pernah terucap,
di bawah langit penuh doa dan harap.
Namun kini, ia retak tanpa suara,
terselip dusta di balik kata cinta.

Aku berjalan di lorong keyakinan,
menggenggam kepercayaan dengan tangan gemetar.
Namun, ternyata kau sisipkan duri,
di taman hati yang kupercayakan sepenuhnya pada diri.

Apakah pengkhianatan itu indah bagimu?
Ketika aku tenggelam, kau berpaling tanpa malu.
Meninggalkan luka yang tak terlihat,
tapi terasa, mencabik jiwa hingga melekat.

Kau bawa pergi semua alasan,
membuat setiap janji menjadi kepalsuan.
Kini, aku berdiri di batas hampa,
mengubur cinta, meski hati masih tersisa.

Pengkhianatan ini, bukan sekadar dosa,
ia adalah kehancuran yang tak bisa ku lupa.
Namun dari abu kepercayaan yang kau bakar,
aku akan bangkit, meski dunia terasa samar.

Simpanlah dusta di balik wajahmu,
karena karma pasti akan menemuimu.
Dan aku, dengan luka yang kupeluk erat,
akan berjalan menuju cahaya tanpa rasa sesat.

Tuesday, 10 December 2024

Usaha Tak Pernah Sia-Sia

 

Setidaknya telah kucoba utamakan dirimu,
Meski jalan berliku menyelimuti langkahku,
Cinta ini kugenggam dengan tulus di kalbu,
Semua kulakukan hanya untuk bahagiamu.

Jika hadir lelaki yang lebih baik dariku,
Kupasrahkan pilihan sepenuhnya padamu,
Tak akan kusesali meski hilang cintamu,
Karena yang kuberi adalah hati yang syahdu.

Usaha ini adalah bukti cinta sejati,
Bukan sekadar kata atau mimpi semu lagi,
Kupahat rasa ini hingga akhir hidup nanti,
Meski akhirnya kau tak memilihku kembali.

Bila waktu berlalu dan kau temukan bahagia,
Aku akan tersenyum tanpa luka atau nestapa,
Karena mencintaimu adalah anugerah jiwa,
Yang takkan pudar meski tak kau bawa serta.

Monday, 9 December 2024

Keheningan Dalam Jiwa

 

Aku pria yang diam tanpa suara,
Merangkai rasa dalam senyap yang hampa,
Tiada bisik meski luka menganga,
Biarlah derita terpendam dalam dada.

Langkahku pelan, tak goyah meski luka,
Rahasia kusimpan, tak pernah kubuka,
Jiwa bergemuruh, namun tetap tak terjeda,
Hidupku sepi, tanpa perlu berkata.

Jika maut datang tanpa tanda nyata,
Biarlah menjadi kejutan bagi semesta,
Tak ada ratap, hanya doa yang sederhana,
Meninggalkan dunia dalam tenang yang nyata.

Kesunyian ini menjadi teman jiwa,
Menjaga hatiku dari hiruk pikuk dunia,
Tak perlu cerita tentang rasa yang luka,
Hanya Tuhan yang tahu tiap dera.

Akhir dari hidup hanyalah fana,
Namun diamku jadi kenangan yang indah saja,
Jadilah pria yang tegar, penuh makna,
Heningnya jiwa membawa tenang selamanya.

Saturday, 7 December 2024

Gelap Yang Sepi


Ku Termenung Dalam Sepi,
Disudut Kamar Sendiri,
Terkurung Sunyi,
Dalam Sendu Yang Harus Kuhadapi.

Aku Harus Jujur,
Tatapanku Mulai Kabur,
Disaat Semua Harapan Telah Hancur,
Biarlah Toh Nasi Sudah Jadi Bubur.

Titian Takdir Itu Pasti,
Entah Bersama Pasangan Atau Sendiri,
Tak Akan Memaksa Lagi,
Akan Kuhadapi Walaupun Aku Mati.

Kini Hanya Gelap Yang Kurasa,
Biarlah Mungkin Ini Awal Cerita,
Berwarna Atau Hampa Tak Mengapa,
Aku Hanya Ingin Tahu Akhir Cerita.
Aku Ini Siapa Dalam Ceritanya?
Ya Akulah Fatamorgana.