Jika kebenaran terlalu kelu diucapkan oleh lisan,
nampaknya ada yang salah dalam jiwa seorang insan.
Jika langit tak perlu menjelaskan dirinya tinggi,
lalu mengapa banyak jiwa merasa dirinya tinggi.
Jika seorang insan hanyalah buih dalam lautan,
mengapa tidak bersikap tenang layaknya samudera dengan kebijaksanaan.
Berucap pemilihan diksi yang tepat,
namun nyatanya tak kunjung lepas dalam kekangan retorika dan dialektika,
yang pada akhirnya lupa bahwa dunia ini nyata dan khayal pun membutuhkan fakta.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Monday, 4 December 2017
Saturday, 15 March 2014
Pendewasaan
Kedewasaan bukan terukur
dari usia yang menua.
Tapi perubahan pola fikir
menjadi bijaksana.
Sebelum bertindak,
berfikirlah selalu dua kali.
Pertama dari pandanganmu,
Kedua dari pandangan yang lain.
Bicaralah seperlunya,
lakukan sebaik-baiknya.
Terjatuh itu biasa,
tapi bangkit setelahnya baru luar biasa.
Dibutuhkan kedewasaan
untuk memahami pemikiran orang dewasa.
Dan masalah adalah jalan
untuk mendewasakan diri.
Ketika amarah memuncak,
bersabar adalah pilihan terbaik.
Karena marah tidak menyelesaikan masalah,
dan mengalah bukan berarti kalah.
dari usia yang menua.
Tapi perubahan pola fikir
menjadi bijaksana.
Sebelum bertindak,
berfikirlah selalu dua kali.
Pertama dari pandanganmu,
Kedua dari pandangan yang lain.
Bicaralah seperlunya,
lakukan sebaik-baiknya.
Terjatuh itu biasa,
tapi bangkit setelahnya baru luar biasa.
Dibutuhkan kedewasaan
untuk memahami pemikiran orang dewasa.
Dan masalah adalah jalan
untuk mendewasakan diri.
Ketika amarah memuncak,
bersabar adalah pilihan terbaik.
Karena marah tidak menyelesaikan masalah,
dan mengalah bukan berarti kalah.
Sunday, 16 June 2013
Antara. . .
Pandangan itu. . .
Lagi-lagi pandangan yang aneh,
Namun, membuatkan nyaman dan heran.
Tapi, layaknya morfin untukku,
Tatapan itu lagi-lagi membuat,
Degup jantung itu berdegup tak layak biasanya.
Menghentikan logikaku,
Cukup kuat tuk bangunkan adrenalinku,
Layaknya gravitasi,
Kau pusat seluruh perubahan.
Antara. . .
Jarak yang memisahkan,
Pandangmu & pandangku.
Antara. . .
Yah, antara tatapan ini,
Aku. . .
Kamu. . .
Hanya tanda tanya besar dalam benakku.
Lagi-lagi pandangan yang aneh,
Namun, membuatkan nyaman dan heran.
Tapi, layaknya morfin untukku,
Tatapan itu lagi-lagi membuat,
Degup jantung itu berdegup tak layak biasanya.
Menghentikan logikaku,
Cukup kuat tuk bangunkan adrenalinku,
Layaknya gravitasi,
Kau pusat seluruh perubahan.
Antara. . .
Jarak yang memisahkan,
Pandangmu & pandangku.
Antara. . .
Yah, antara tatapan ini,
Aku. . .
Kamu. . .
Hanya tanda tanya besar dalam benakku.
Friday, 14 June 2013
Lantunan Sebuah Lagu
Lewat sebuah lantunan lagu yang di putar,
melepas semua beban yang terbakar,
oleh sebuah asa kebersamaan,
baru kurasa lagi setelah sekian lama waktu berjalan.
Kutemukan kembali rasa yang begitu indah,
yang baru kutemui lagi saat ini.
Ternyata bukan hanyalah sebuah pertengkaran dalam pertemanan,
namun keceriaan serta kebahagiaan yang ku temukan disini.
Hilangnya semua amarah,
serta dendam dalam diri,
seketika musnah oleh alunan kebersamaan,
yang mengobati luka kesendirian ini.
Science Two Community
22-06-2011
11.45
Wednesday, 20 March 2013
Segenggam Keangkuhan
Dalam kesenduan aku berbicara,
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.
Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.
Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.
Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.
Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.
Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase.
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir.
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.
Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.
Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.
Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.
Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.
Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase.
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir.
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.
Subscribe to:
Posts (Atom)