Sunday, 16 April 2023

Dia Yang Aku Harap

Tak Perlu Banyak Kata, 

Cukup Tuliskan Tanpa Tanda Tanya, 

Atau Do'akan Tanpa Menyebut Nama, 

Hingga Sang Pemilik Jiwa-Nya Berkata "Ya".

Dia Bisa Apa? 


Jika Dia Tak Mengetahuinya, Tak Apa. 

Jika Ruang Dan Waktu Memisahkannya, Tak Apa. 

Jika Jarak Menghalanginya, Tak Apa.

Jika Ada Manusia Lain Mencoba Mendapatkannya, Tak Apa.

Karena Jika Pemilik Raga-Nya Berkata "Ya",

Dia Bisa Apa?


Demi Zat Yang Nyawaku Berada Digenggaman-Nya.

Dia Yang Aku Harap.


15-07-2022

Friday, 1 October 2021

Kata Manusia

Manusia, terbagi jiwa dan raga. 

Tapi apa daya jika tak lagi bernyawa? 

Mungkin sang Kuasa rindu dengan ciptaanNya.

Apa yang bisa dilakukan hamba kepada penciptaNya? 

Tunduk dan patuh kah sebagai hambaNya?

Mengumpulkan pahala atau dosa?

Sehingga mampu memilih surga atau neraka?

Karena takut siksaNya sehingga berharap nikmatNya. 

Masihkah hidup ini bermakna? 

Memintal kata-kata penuh harap. 

Mungkinkah itu yang dinamakan omong kosong belaka? 

Jika mata tak mampu lagi menatap cakrawala. 

Jika lidah nan tajam tak mampu lagi berkata. 

Jika telinga tak mampu lagi mendengar suara. 

Jika dan hanya jika, kata-kata tak bermakna yang menyeruak dari dalam dada.

Biarlah asaku dengan menyebut AsmaNya. 

Hingga Sang Pencipta berkata "Jadilah!" maka terjadilah ia.

Monday, 4 December 2017

Antara Khayal dan Fakta

Jika kebenaran terlalu kelu diucapkan oleh lisan,
nampaknya ada yang salah dalam jiwa seorang insan.

Jika langit tak perlu menjelaskan dirinya tinggi,
lalu mengapa banyak jiwa merasa dirinya tinggi.

Jika seorang insan hanyalah buih dalam lautan,
mengapa tidak bersikap tenang layaknya samudera dengan kebijaksanaan.

Berucap pemilihan diksi yang tepat,
namun nyatanya tak kunjung lepas dalam kekangan retorika dan dialektika,
yang pada akhirnya lupa bahwa dunia ini nyata dan khayal pun membutuhkan fakta.

Saturday, 15 March 2014

Pendewasaan

Kedewasaan bukan terukur
dari usia yang menua.
Tapi perubahan pola fikir
menjadi bijaksana. 

Sebelum bertindak,
berfikirlah selalu dua kali.
Pertama dari pandanganmu,
Kedua dari pandangan yang lain. 

Bicaralah seperlunya,
lakukan sebaik-baiknya.
Terjatuh itu biasa, 
tapi bangkit setelahnya baru luar biasa.

Dibutuhkan kedewasaan
untuk memahami pemikiran orang dewasa. 
Dan masalah adalah jalan
untuk mendewasakan diri.

Ketika amarah memuncak, 
bersabar adalah pilihan terbaik. 
Karena marah tidak menyelesaikan masalah, 
dan mengalah bukan berarti kalah.


 

Sunday, 16 June 2013

Antara. . .

Pandangan itu. . .
Lagi-lagi pandangan yang aneh,
Namun, membuatkan nyaman dan heran.

Tapi, layaknya morfin untukku,
Tatapan itu lagi-lagi membuat,
Degup jantung itu berdegup tak layak biasanya.

Menghentikan logikaku,
Cukup kuat tuk bangunkan adrenalinku,
Layaknya gravitasi,
Kau pusat seluruh perubahan.

Antara. . .
Jarak yang memisahkan,
Pandangmu & pandangku.

Antara. . .
Yah, antara tatapan ini,
Aku. . .
Kamu. . .
Hanya tanda tanya besar dalam benakku.