Aku pria yang diam tanpa suara,
Merangkai rasa dalam senyap yang hampa,
Tiada bisik meski luka menganga,
Biarlah derita terpendam dalam dada.
Langkahku pelan, tak goyah meski luka,
Rahasia kusimpan, tak pernah kubuka,
Jiwa bergemuruh, namun tetap tak terjeda,
Hidupku sepi, tanpa perlu berkata.
Jika maut datang tanpa tanda nyata,
Biarlah menjadi kejutan bagi semesta,
Tak ada ratap, hanya doa yang sederhana,
Meninggalkan dunia dalam tenang yang nyata.
Kesunyian ini menjadi teman jiwa,
Menjaga hatiku dari hiruk pikuk dunia,
Tak perlu cerita tentang rasa yang luka,
Hanya Tuhan yang tahu tiap dera.
Akhir dari hidup hanyalah fana,
Namun diamku jadi kenangan yang indah saja,
Jadilah pria yang tegar, penuh makna,
Heningnya jiwa membawa tenang selamanya.