Wednesday, 20 March 2013

Segenggam Keangkuhan

Dalam kesenduan aku berbicara,
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.

Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.

Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.

Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.

Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.

Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.


Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase. 
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu. 

Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir. 
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.

Wednesday, 9 November 2011

Akankah Semua Ini Abadi?

Egoku dan egomu mungkin sama kerasnya,
sehingga terkadang kesalah pahaman,
terjadi diantara diriku dan dirimu.

Ketakutanmu seringkali menjadi anggapan negatif bagiku,
begitu pula ketakutanku seringkali menjadi anggapan negatif bagimu.

Diriku dan dirimu pun tau kesalah pahaman ini ada,
karena aku dan kamu saling ingin menjaga,
walaupun terkadang cara dari pengertian,
aku padamu dan kamu padaku,
tak dapat dimengerti dengan baik,
oleh diri kita masing-masing.

Ku tau kau takut kehilanganku,
dan kau pun jelas tau aku pun takut kehilanganmu.
Keinginanmu dan keinginginanku adalah sama,
inginkan semua rasa ini abadi dan tak kan pernah berubah.

Tanyaku pada Tuhan,
akankah semua ini abadi?
Aku tak tau dan kau pun tak tau.
Tapi Tuhan Jelas tau dengan segala kuasa-Nya,
dan pintaku dengan segala pintaku pada-Nya,
Ku ingin abadi bersamamu.

Pagi Yang Sunyi

Pagi ini seperti biasanya,
tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya.
Hatiku sunyi saat semua orang,
sibuk dengan kesibukannya masing-masing.

Seketika ku tersadar dari impian masa lalu,
ini bukan waktunya lagi tuk bermimpi.
Tapi waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Tak akan pernah takut akan apapun,
itulah kalimat favouritku,
tetapi tuk saat ini kalimat sepantasnya,
adalah takutlah jika masa kelammu,
akan terulang di masa depan.

Bangunlah jiwa yang telah lama tertidur,
raih masa depan dengan kebahagiaan dan semangat kehidupan.
Jadikan masa lalumu sebagai pembelajaran,
sehingga kau tak terjatuh tuk kesekian kalinya.

Thursday, 27 October 2011

Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki

Di bawah bayang-bayang sinar cahaya bintang,
kupintal hasrat-hasrat tanpa harap,
menyanyi lagu-lagu cinta,
sambil tengadah ke langit kosong.

Tidaklah mungkin lagu tercipta tanpa nada,
rumah pun tak akan berdiri tanpa tiangnya,
bahkan segala kenangan pun pergi,
tinggalku dalam kesendirian yang sempurna.

Wednesday, 26 October 2011

Untukmu Jiwa Yang Tak Kumengerti

Tersimpan sejuta tanyaku padamu,
tentang hal apa yang telah kulakukan padamu,
sehingga kau membuatku bingung seperti ini,
apakah aku salah? aku tak tau.

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,
aku tak pernah berbohong kepadamu,
tapi mengapa kamu tak percaya padaku?

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
berkatalah jika aku berbuat salah,
berkatalah sakit jika aku telah menyakitimu,
bukan dengan cara ini.

Kau kekasihku yang selalu ku lukai hatinya,
aku memang tak suci,
tapi bukan tak pantas kan aku bersanding denganmu?

Aku mencintaimu, dan telah jatuh cinta padamu,
aku tak tau, aku tak mengerti,
aku jujur tak mengerti akan semuanya.

Ada apa denganmu?
apa yang buatmu menjadi seperti ini?
kau buatku bingung,
kau buatku tak mengerti.

Karang kokoh pun akan hancur jika kau tak jaga,
karang pun akan melukaimu jika kau tak mencari sisi lembutnya,
karang takkan mampu melindungimu jika kau tak berada disisi seharusnya,
karang ini takkan kokoh tuk selamanya.

Untukmu jiwa yang tak kumengerti,
kau telah berhasil buatku bingung setengah mati,
dalam kesunyian dalam kesepian,
dan hanya tanda tanya besar yang hadir di benakku.