Tuesday, 17 December 2024

Perang Jiwa

 

Ketika sabar tak lagi menjadi jalan,
Kuhadapi badai dengan tekad tak terlawan,
Jika kau tak ingin diarahkan, biarlah berpamitan,
Hancur atau bangkit, semua dalam tangan Tuhan.

Ku mengalah demi hati yang kupuja,
Namun luka ini kian tak tertepis rasa,
Jika kau kehendaki bubar, jadilah nyata,
Kan kutempuh jalan perang, tanpa cela.

Doaku titipkan di langit yang kelam,
Persatukan hati ini, jika memang dalam,
Namun jika bubar takdirnya, aku takkan tenggelam,
Aku berdiri kokoh, walau hilang dalam dendam.

Inilah jiwa laki-laki yang bersuara,
Tak gentar meski badai datang menggema,
Jika perang adalah jawab, aku siap melangkah,
Hidup atau hilang, takkan pernah kusesali arah.

Monday, 16 December 2024

Pengkhianatan di Balik Janji

 

Ada janji yang pernah terucap,
di bawah langit penuh doa dan harap.
Namun kini, ia retak tanpa suara,
terselip dusta di balik kata cinta.

Aku berjalan di lorong keyakinan,
menggenggam kepercayaan dengan tangan gemetar.
Namun, ternyata kau sisipkan duri,
di taman hati yang kupercayakan sepenuhnya pada diri.

Apakah pengkhianatan itu indah bagimu?
Ketika aku tenggelam, kau berpaling tanpa malu.
Meninggalkan luka yang tak terlihat,
tapi terasa, mencabik jiwa hingga melekat.

Kau bawa pergi semua alasan,
membuat setiap janji menjadi kepalsuan.
Kini, aku berdiri di batas hampa,
mengubur cinta, meski hati masih tersisa.

Pengkhianatan ini, bukan sekadar dosa,
ia adalah kehancuran yang tak bisa ku lupa.
Namun dari abu kepercayaan yang kau bakar,
aku akan bangkit, meski dunia terasa samar.

Simpanlah dusta di balik wajahmu,
karena karma pasti akan menemuimu.
Dan aku, dengan luka yang kupeluk erat,
akan berjalan menuju cahaya tanpa rasa sesat.

Tuesday, 10 December 2024

Usaha Tak Pernah Sia-Sia

 

Setidaknya telah kucoba utamakan dirimu,
Meski jalan berliku menyelimuti langkahku,
Cinta ini kugenggam dengan tulus di kalbu,
Semua kulakukan hanya untuk bahagiamu.

Jika hadir lelaki yang lebih baik dariku,
Kupasrahkan pilihan sepenuhnya padamu,
Tak akan kusesali meski hilang cintamu,
Karena yang kuberi adalah hati yang syahdu.

Usaha ini adalah bukti cinta sejati,
Bukan sekadar kata atau mimpi semu lagi,
Kupahat rasa ini hingga akhir hidup nanti,
Meski akhirnya kau tak memilihku kembali.

Bila waktu berlalu dan kau temukan bahagia,
Aku akan tersenyum tanpa luka atau nestapa,
Karena mencintaimu adalah anugerah jiwa,
Yang takkan pudar meski tak kau bawa serta.

Monday, 9 December 2024

Keheningan Dalam Jiwa

 

Aku pria yang diam tanpa suara,
Merangkai rasa dalam senyap yang hampa,
Tiada bisik meski luka menganga,
Biarlah derita terpendam dalam dada.

Langkahku pelan, tak goyah meski luka,
Rahasia kusimpan, tak pernah kubuka,
Jiwa bergemuruh, namun tetap tak terjeda,
Hidupku sepi, tanpa perlu berkata.

Jika maut datang tanpa tanda nyata,
Biarlah menjadi kejutan bagi semesta,
Tak ada ratap, hanya doa yang sederhana,
Meninggalkan dunia dalam tenang yang nyata.

Kesunyian ini menjadi teman jiwa,
Menjaga hatiku dari hiruk pikuk dunia,
Tak perlu cerita tentang rasa yang luka,
Hanya Tuhan yang tahu tiap dera.

Akhir dari hidup hanyalah fana,
Namun diamku jadi kenangan yang indah saja,
Jadilah pria yang tegar, penuh makna,
Heningnya jiwa membawa tenang selamanya.

Saturday, 7 December 2024

Gelap Yang Sepi


Ku Termenung Dalam Sepi,
Disudut Kamar Sendiri,
Terkurung Sunyi,
Dalam Sendu Yang Harus Kuhadapi.

Aku Harus Jujur,
Tatapanku Mulai Kabur,
Disaat Semua Harapan Telah Hancur,
Biarlah Toh Nasi Sudah Jadi Bubur.

Titian Takdir Itu Pasti,
Entah Bersama Pasangan Atau Sendiri,
Tak Akan Memaksa Lagi,
Akan Kuhadapi Walaupun Aku Mati.

Kini Hanya Gelap Yang Kurasa,
Biarlah Mungkin Ini Awal Cerita,
Berwarna Atau Hampa Tak Mengapa,
Aku Hanya Ingin Tahu Akhir Cerita.
Aku Ini Siapa Dalam Ceritanya?
Ya Akulah Fatamorgana.

Wednesday, 27 September 2023

Engkau Puisiku

Demi Dzat Yang Nyawaku Berada DigenggamanNya

Aku Bersaksi Atas Nama Allah

Untuk Engkau, Yang Tak Sanggup Hati Menahan

Untuk Engkau, Yang Bibir Ini Kelu Untuk Ungkapkan


KaruniaNya

Adalah Keindahan Saat Kulihat Wajahmu

Adalah Kedamaian Saat Hadirnya Dirimu


Jika Dan Hanya Jika

Jarak Yang Memisahkan Aku dan Kamu

Membuat Diri Ini Merindu


Jika Dan Hanya Jika

Pertemuan Yang Mengobati Rasa Rindu

Membuat Diri Ini Terpesona Akan Kehadiranmu


Jika Dan Hanya Jika

Kehadiranmu Yang Membuat Diri Ini Terpesona

Maka Kuingin Kemesraan Bersamamu Selamanya


Jika Mata Indahmu

Yang Membuatku Merindu

Jika Senyum Manis Bibirmu

Yang Membuatku Tersipu Malu


Jika Ku Berharap Kau Selalu Didekatku

Jika Ku Inginkan Tuhan Lambatkan Waktu


Karena Bersamamu

Satu Detik Terlalu Singkat

Satu Menit Terlalu Singkat

Satu Jam Terlalu Singkat

Satu Hari Terlalu Singkat

Satu Minggu Terlalu Singkat

Satu Bulan Terlalu Singkat

Satu Tahun Terlalu Singkat


Bahkan Kehidupan Ini Terlalu Singkat Bersamamu


Jika Engkau Milikku

Jika Aku Milikmu

Biarkan Tuhan Yang Memiliki Aku Dan Kamu

Yang Memutuskannya Apakah Kita Bersatu


Demi Allah Engkau Puisiku

Sunday, 16 April 2023

Dia Yang Aku Harap

Tak Perlu Banyak Kata, 

Cukup Tuliskan Tanpa Tanda Tanya, 

Atau Do'akan Tanpa Menyebut Nama, 

Hingga Sang Pemilik Jiwa-Nya Berkata "Ya".

Dia Bisa Apa? 


Jika Dia Tak Mengetahuinya, Tak Apa. 

Jika Ruang Dan Waktu Memisahkannya, Tak Apa. 

Jika Jarak Menghalanginya, Tak Apa.

Jika Ada Manusia Lain Mencoba Mendapatkannya, Tak Apa.

Karena Jika Pemilik Raga-Nya Berkata "Ya",

Dia Bisa Apa?


Demi Zat Yang Nyawaku Berada Digenggaman-Nya.

Dia Yang Aku Harap.


15-07-2022

Friday, 1 October 2021

Kata Manusia

Manusia, terbagi jiwa dan raga. 

Tapi apa daya jika tak lagi bernyawa? 

Mungkin sang Kuasa rindu dengan ciptaanNya.

Apa yang bisa dilakukan hamba kepada penciptaNya? 

Tunduk dan patuh kah sebagai hambaNya?

Mengumpulkan pahala atau dosa?

Sehingga mampu memilih surga atau neraka?

Karena takut siksaNya sehingga berharap nikmatNya. 

Masihkah hidup ini bermakna? 

Memintal kata-kata penuh harap. 

Mungkinkah itu yang dinamakan omong kosong belaka? 

Jika mata tak mampu lagi menatap cakrawala. 

Jika lidah nan tajam tak mampu lagi berkata. 

Jika telinga tak mampu lagi mendengar suara. 

Jika dan hanya jika, kata-kata tak bermakna yang menyeruak dari dalam dada.

Biarlah asaku dengan menyebut AsmaNya. 

Hingga Sang Pencipta berkata "Jadilah!" maka terjadilah ia.

Monday, 4 December 2017

Antara Khayal dan Fakta

Jika kebenaran terlalu kelu diucapkan oleh lisan,
nampaknya ada yang salah dalam jiwa seorang insan.

Jika langit tak perlu menjelaskan dirinya tinggi,
lalu mengapa banyak jiwa merasa dirinya tinggi.

Jika seorang insan hanyalah buih dalam lautan,
mengapa tidak bersikap tenang layaknya samudera dengan kebijaksanaan.

Berucap pemilihan diksi yang tepat,
namun nyatanya tak kunjung lepas dalam kekangan retorika dan dialektika,
yang pada akhirnya lupa bahwa dunia ini nyata dan khayal pun membutuhkan fakta.

Saturday, 15 March 2014

Pendewasaan

Kedewasaan bukan terukur
dari usia yang menua.
Tapi perubahan pola fikir
menjadi bijaksana. 

Sebelum bertindak,
berfikirlah selalu dua kali.
Pertama dari pandanganmu,
Kedua dari pandangan yang lain. 

Bicaralah seperlunya,
lakukan sebaik-baiknya.
Terjatuh itu biasa, 
tapi bangkit setelahnya baru luar biasa.

Dibutuhkan kedewasaan
untuk memahami pemikiran orang dewasa. 
Dan masalah adalah jalan
untuk mendewasakan diri.

Ketika amarah memuncak, 
bersabar adalah pilihan terbaik. 
Karena marah tidak menyelesaikan masalah, 
dan mengalah bukan berarti kalah.


 

Sunday, 16 June 2013

Antara. . .

Pandangan itu. . .
Lagi-lagi pandangan yang aneh,
Namun, membuatkan nyaman dan heran.

Tapi, layaknya morfin untukku,
Tatapan itu lagi-lagi membuat,
Degup jantung itu berdegup tak layak biasanya.

Menghentikan logikaku,
Cukup kuat tuk bangunkan adrenalinku,
Layaknya gravitasi,
Kau pusat seluruh perubahan.

Antara. . .
Jarak yang memisahkan,
Pandangmu & pandangku.

Antara. . .
Yah, antara tatapan ini,
Aku. . .
Kamu. . .
Hanya tanda tanya besar dalam benakku.

Friday, 14 June 2013

Lantunan Sebuah Lagu


Lewat sebuah lantunan lagu yang di putar,
melepas semua beban yang terbakar,
oleh sebuah asa kebersamaan,
baru kurasa lagi setelah sekian lama waktu berjalan.

Kutemukan kembali rasa yang begitu indah,
yang baru kutemui lagi saat ini.

Ternyata bukan hanyalah sebuah pertengkaran dalam pertemanan,
namun keceriaan serta kebahagiaan yang ku temukan disini.

Hilangnya semua amarah,
serta dendam dalam diri,
seketika musnah oleh alunan kebersamaan,
yang mengobati luka kesendirian ini.


Science Two Community
22-06-2011
11.45

Wednesday, 20 March 2013

Segenggam Keangkuhan

Dalam kesenduan aku berbicara,
saat kau tak berada dalam batas pandangku,
saat rindu menyeruak dengan teriakan ketakutan.

Nikmati kehidupan ini tanpa kekhawatiran,
rasakan semuanya dengan tarikan nafas kebebasan.

Menarilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menarilah tanpa arah.

Menyanyilah diatas segalanya dengan sesukamu,
menyanyilah tanpa nada.

Hiruplah angin dunia ini tanpa berfikir hal yang menyakitkan terasa.
Kesenduan itu datang dan kupastikan kesenduan itu pun akan pergi.

Rasa ini semakin menekanku dalam kehampaan,
tapi aku harus melepasnya dengan sebuah kekuatan.
Melepas dengan segenggam keangkuhan.
Karena kau tak mengerti akan sebuah tanda tanya.


Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat persepsi kamuflase. 
Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu. 

Keangkuhan mungkin hanya dapat tercipta dibibir. 
Tapi kebenaran hakiki hanya tercipta dalam nurani.

Wednesday, 9 November 2011

Akankah Semua Ini Abadi?

Egoku dan egomu mungkin sama kerasnya,
sehingga terkadang kesalah pahaman,
terjadi diantara diriku dan dirimu.

Ketakutanmu seringkali menjadi anggapan negatif bagiku,
begitu pula ketakutanku seringkali menjadi anggapan negatif bagimu.

Diriku dan dirimu pun tau kesalah pahaman ini ada,
karena aku dan kamu saling ingin menjaga,
walaupun terkadang cara dari pengertian,
aku padamu dan kamu padaku,
tak dapat dimengerti dengan baik,
oleh diri kita masing-masing.

Ku tau kau takut kehilanganku,
dan kau pun jelas tau aku pun takut kehilanganmu.
Keinginanmu dan keinginginanku adalah sama,
inginkan semua rasa ini abadi dan tak kan pernah berubah.

Tanyaku pada Tuhan,
akankah semua ini abadi?
Aku tak tau dan kau pun tak tau.
Tapi Tuhan Jelas tau dengan segala kuasa-Nya,
dan pintaku dengan segala pintaku pada-Nya,
Ku ingin abadi bersamamu.

Pagi Yang Sunyi

Pagi ini seperti biasanya,
tak ada yang berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya.
Hatiku sunyi saat semua orang,
sibuk dengan kesibukannya masing-masing.

Seketika ku tersadar dari impian masa lalu,
ini bukan waktunya lagi tuk bermimpi.
Tapi waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Tak akan pernah takut akan apapun,
itulah kalimat favouritku,
tetapi tuk saat ini kalimat sepantasnya,
adalah takutlah jika masa kelammu,
akan terulang di masa depan.

Bangunlah jiwa yang telah lama tertidur,
raih masa depan dengan kebahagiaan dan semangat kehidupan.
Jadikan masa lalumu sebagai pembelajaran,
sehingga kau tak terjatuh tuk kesekian kalinya.

Thursday, 27 October 2011

Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki

Di bawah bayang-bayang sinar cahaya bintang,
kupintal hasrat-hasrat tanpa harap,
menyanyi lagu-lagu cinta,
sambil tengadah ke langit kosong.

Tidaklah mungkin lagu tercipta tanpa nada,
rumah pun tak akan berdiri tanpa tiangnya,
bahkan segala kenangan pun pergi,
tinggalku dalam kesendirian yang sempurna.

Wednesday, 26 October 2011

Untukmu Jiwa Yang Tak Kumengerti

Tersimpan sejuta tanyaku padamu,
tentang hal apa yang telah kulakukan padamu,
sehingga kau membuatku bingung seperti ini,
apakah aku salah? aku tak tau.

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,
aku tak pernah berbohong kepadamu,
tapi mengapa kamu tak percaya padaku?

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
berkatalah jika aku berbuat salah,
berkatalah sakit jika aku telah menyakitimu,
bukan dengan cara ini.

Kau kekasihku yang selalu ku lukai hatinya,
aku memang tak suci,
tapi bukan tak pantas kan aku bersanding denganmu?

Aku mencintaimu, dan telah jatuh cinta padamu,
aku tak tau, aku tak mengerti,
aku jujur tak mengerti akan semuanya.

Ada apa denganmu?
apa yang buatmu menjadi seperti ini?
kau buatku bingung,
kau buatku tak mengerti.

Karang kokoh pun akan hancur jika kau tak jaga,
karang pun akan melukaimu jika kau tak mencari sisi lembutnya,
karang takkan mampu melindungimu jika kau tak berada disisi seharusnya,
karang ini takkan kokoh tuk selamanya.

Untukmu jiwa yang tak kumengerti,
kau telah berhasil buatku bingung setengah mati,
dalam kesunyian dalam kesepian,
dan hanya tanda tanya besar yang hadir di benakku.

Tuesday, 25 October 2011

Yang Ku Sayang

Di ujung karang pun menjulang,
di tepi samudera nan luas,
kunantikan dirimu,
wahai kekasih hatiku.

Bagai seorang pangeran,
menanti kekasih yang hilang,
tak ku sangka impiankan datang,
terbayang di mata hatipun mengenang.

Walau ke ujung dunia,
pasti kan kunanti,
walau ke tujuh samudera,
pasti akan ku tunggu,
karena ku yakin kau hanya untukku.

Rindupun kini t'lah menggebu,
tak ingin hati kan s'lalu pilu,
karena hanya dirimu,
belahan hati dan seluruh jiwaku.

Monday, 24 October 2011

Rintihan Jiwa

Bila berita surga,
tak lagi membuat hati rindu.
Bila berita neraka,
tak lagi membuat hati merana.
Maka perhitungan amal,
hanyalah angan-angan.
Butalah jiwa,
tersesat fatamorgana.
Mati dalam jasad yang resah.

Berhentilah!
Wahai jiwa yang panjang angan-angan!
Wahai jiwa yang hanya mampu bernostalgia,
dengan sejarah kemenangan!
Wahai jiwa yang hanya mampu meruntuhi kesalahan
dan usaha orang lain!
Kini saatnya memberi makna buat diri sendiri!
Menoreh prestasi, mencatat kemuliaan diri!

Tuesday, 18 October 2011

Sebuah Perpisahan Yang Terlalu Cepat #Anak Al-Ma'soem (XII IPA2)

Pagi ini rasanya tidak ada yang berbeda dengan pagi sebelumnya, masih dengan gagahnya matahari menyinari bumi ini dan seakan memberikan suatu hal yang terang didalam langkah kami , namun rasanya setelah langkah ini mengantarkan saya hingga saya sampai didalam sebuah kelas yang dimana kelas itu selalu menemani suka dan duka kami bersama bapak kami tercinta, rupanya kabar yang sangat membuat saya atau kami sangat terpukul, yah bapak kami telah meninggalkan SMA Al-Ma'soem dan meninggalkan kami semua disaat keadaan seakan baik-baik saja, ini semua semakin membuat kami bertanya ada apa dan mengapa bisa seperti ini ? Terlepas dari itu semua didalam catatan ini biarkan jemari saya menari diatas sebuah laptop kusam yang mencoba menggambarkan prasaan saya dan mungkin sedikit mewakili prasaan kami yang ada didalam sekolah ini atau lebih tepatnya prasaan kami sebagai anak bapak yang ada dikelas XII IPA2, Bapak yang selalu menemani kami dalam setiap langkah kami,bapak yang selalu mendengarkan keluh kesah kami tentang pelajaran,pacar,dll, bapak yang selalu menyambut kami dengan senyuman dan mengasongkan tangannya untuk berjabat tangan dengan jabat tangan yang spesial seperti kami adalah sahabat yang selalu dekat tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap bapak, bapak yang selalu memberikan motivasi terhadap kami disaat kami tidak mendapatkan itu semua dari orang terdekat kami, bapak yang selalu dengan ikhlas mengajak kami bercanda hingga kami merasa kelas ini seperti keluarga yang saling mengisi satu sama lain, bapak yang selalu dengan semangatnya mengajak kami untuk segera meniti masa depan dan selalu mengingatkan kami akan hal buruk karena bapak pernah mengalami masa dimana kami berada sekarang, bapak yang selalu takut jika gagal mendidik kami dan gagal membawa kami menuju tempat dimana kami inginkan, bapak yang selalu menyempatkan waktunya untuk mengingatkan kami membayar DOP melalui sebuah sms walawpun terkadang kami menanggapi hal ini dengan sepele padahal bapak mengirimkan pesan itu ditengah berbagai macam kesibukannya,bapak yang biasa kami lihat dari depan kelas kami tengah sibuk dengan laptopnya dan masih sempat menengok jika kami panggil bapak dan itu tidak akan pernah kami temui didalam sosok siapapun, dan banyak lagi sosok bapak yang tidak bisa kami gambarkan dalam catatan ini karena sosok bapak terlalu spesial sehingga tidak bisa kami jelaskan dengan rinci, namun apapun itu sosok bapak dihati kami adalah sosok bapak yang tidak akan kami temui semasa kami duduk dibangku sekolah, kadang kami merasa kesal dengan bapak, kadang kami merasa tidak sepaham dengan bapak tapi bapak selalu membawa kami hingga kami bisa berjalan dengan satu visi dan misi, Tidak pernah terbesit sedikitpun didalam benak kami bahwa uts ini adalah uts terakhir bapak menemani kami,rasanya ini seperti sebuah petir disiang bolong yang datang dengan mengaggetkan kami semua sehingga membuat kelas kami yang biasanya diwarnai dengan canda kini hanya tersisa tangisan dan sebuah kesedihan karena kami harus kehilangan sosok bapak kami tercinta, rasanya kebersamaan ini terlalu cepat berakhir disaat kami akan mengahadapi UN yang selalu bapak tekankan agar kami fokus dan fokus, bapak yang meninggalkan kami disaat kami masih sangat membutuhkan sosok bapak diantara kami, disaat kami membutuhkan sosok bapak untuk tetap memotivasi kami dan tetap ada dengan senyumannya dan kesahajaannya yang selalu membuat kami ingat akan sosok bapak, mungkin saya hanya 2 tahun mengenal sosok bapak tapi bukan berarti saya tidak mengenal sosok bapak yang sangat dekat dengan saya bahkan tak jarang saya mampir ke rumah bapak untuk sekedar curhat dan mengganggu waktu istirahatnya tetapi bapak tetap menyambut saya dengan senyuman dan memberikan solusi dari setiap masalah yang saya alami walawpun mata baapak terlihat sudah sangat mengantuk, kami sangat terpukul dengan kepergian bapak kami tercinta walawpun bapak mengirimkan pesan melalui saya "tlg sebarkan : ... aku kan slalu ada di hatimu ... ", sesaat setelah pesan itu saya baca maka kami semakin terpukul karena sampai detik ini kami masih mengaharapkan bapak tetap bersama kami dan tidak selangkahpun jauh untuk meninggalkan kami namun pesan itu seolah mengiyakan kabar yang menyebutkan bapak pergi dari kami tanpa alasan yang kami ketahui dan rasanya alasan yang terlalu membuat kami merasa bodoh jika kami membiarkan bapak begitu saja pergi meninggalkan kami, didalam hati kami kami berkata "TOLONG JANGAN BIARKAN BAPAK KAMI PERGI" karena begitu gagahnya sosok bapak dan begitu membutuhkannya kami dengan sosok bapak bersama kekurangan dan kelebihan yang ada didalam diri bapak, rasanya kami menyesal karena kami belum pernah membuat bapak sangat bangga dengan kami, karena kami belum bisa membuat bapak melihat kami lulus melalui jalur undangan,SNMPTN,PMDK,dan jalur lainnya yang membuat kami masuk kedalam perguruan tinggi negri ternama karena dengan itulah kami bisa sedikit membayar rasa lelah bapak menemani kami selama 3 tahun dengan prestasi kami mahasiswa dan mahasiswi ternama dengan dorongan dan semangat lecutan yang selalu bapak tumbuhkan didalam diri kami selama ini, Diakhir catatan ini ijinkan saya ataupun kami mengucapkan terima kasih kepada bapak, ijinkan kami menguraikan air mata kami untuk meminta maaf kepada bapak karena selama bersama bapak tak jarang kami membuat bapak kecewa dengan tingkah kami, ijinkan kami tetap menyimpan bapak sebagai sosok yang tak akan tergantikan didalam hati kami, ijinkan kami untuk tetap mendapatkan motivasi dari bapak, ijinkan kami membuat bapak tersenyum dengan prestasi kami walawpun mungkin tak bisa kami berikan tepat dihari ini, masih ada hari-hari didepan yang akan datang menyambut kami tanpa sosok bapak tetapi itu semua tidak akan menjadikan kami lupa akan sosok bapak, dan kami berjanji tidak akan pernah melupakan sosok ATEP NIRWANA didalam sejarah perjalan hidup kami sampai kapanpun, ijinkan kami tetap menjadikan bapak sebagai bapak kami tercinta dan ijinkan kami untuk tetap melihat sosok bapak seperti yang selalu ada didalam catatan otak kami.

#didalam catatan ini mungkin saya sebagai penulis adalah sosok yang sering membuat bapak kecewa dan sering membuat bapak marah dan merasa direpotkan akan gerak-gerik yang saya lakukan tapi perlu bapak ketahui, mungkin hari ini saya belum bisa membuat bapak bangga dengan sosok saya tapi saya berjanji saya akan membuat bangga dengan senyuman yang terpancar dari sosok bapak dimasa yang akan datang dan jauh didalam lubuk hati saya bahwa setiap saya memutuskan untuk melangkah menuju sebuah kelas maka saat itu pula saya berjalan untuk memberikan yang terbaik untuk bapak disamping orang tua saya dan segala orang yang berpengaruh dalam hidup saya, terima kasih untuk bimbingan bapak hingga samapi detik ini saya masih berada di sekolah yang mulai membuat saya muak ini, dimanapun bapak berada yakinlah kami selalu ada untuk bapak, jangan pernah sungkan untuk tetap memanggil kami dengan sebutan "anak", semoga bapak bisa lebih berhasil ditempat bapak berada sekarang dan semoga bapak bisa membuktikan bahwa sekolah kami telah salah membiarkan bapak pergi begitu saja !!!!!!!!!!!

We love you Pap, We love you Pa Ariel, We love you Pa Parto, And We ALWAYS love you ATEP "AANG" NIRWANA ..



#Deskripsikan sosok bapak kita menurut kalian yah, dikomen aja tulis supaya kita saling tau sosok bapak dimata kita seperti apa, tolong tagg ke temen-temen yang lain yah soalnya saya ga tau semua nama fb nya dan yang mau share mangga ,thanks

By: M. Galuh Fauzi