Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Kayak perak yang murni,
Bersinar waktu malam,
Bayangan indah,
Elok dan ayu,
Bayangan wajah,
Hati merindu.
Membayang Ratu Malam,
Atas lautan hatiku,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Citra wajahmu,
Dibayangkan begitu,
Atas permukaan lautan hatiku.
Tanpa tudung kulihatmu,
Memang citra nurani,
Wahai kekasihku,
Hatiku merindu,
Memang merindu akanmu.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Showing posts with label Syair. Show all posts
Showing posts with label Syair. Show all posts
Saturday, 3 September 2011
Friday, 5 August 2011
Kalam Cinta
Pena ini tergores atas kalam-kalam cinta
Meronakan kanvas atas untaian-untaian cinta
Seribu malaikat menauingi cerita-cerita cinta
Seratus peri menari gerak-gerik cinta
Asas-asas cinta dalam pena asmara
Memijak jagad mencoba tumpahkan rasa
Pada pemilik cinta sejati
Bidadari pengobat hati
Yang kelak bersemayam di sanubari
Dengan cinta yang sejati
kala ini kusambut dirimu
walau tak kutemui jasadmu kini
senyum manismu terus terbayang
anganku terbang melayang
menggapai harap yang tak mungkin terwujud
karena ku tahu kau tlah terikat
terikat janji setia
biar kuresapi dan kunikmati senyum manismu
walau jasadmu takkan pernah bisa kurengkuh dan kupeluk
indah memang cerita romeo dan juliet
tapi cinta tak selamanya indah
cinta tak berarti memiliki
karena jasadmu takkan mungkin kumiliki.
jika itu mungkin
seberapa mungkin angan dan harap itu bisa terwujud
seberapa mungkin jasadmu bisa kurengkuh dan kupeluk
seberapa mungkin kudapati dirimu bersandar manja dipelukanku
harap dan anganku berhamburan karena kemungkinan itu takkan terwujud
karena jasadmu takkan pernah dapat kumiliki
Wednesday, 3 August 2011
Keresahan
Dikamar ini
Aku terbelenggu dalam ragu
Resah yang kerap hadir
Membuat mata sulit terpejam
Direlung hati yang paling dalam
Tergores tanya tentangmu
Adakah kata cinta terucap untukku
Adakah kasih sayang bagiku
Hatiku gundah
Diam tanpa kepastian
Membisu tanpa jawaban
Terbelenggu oleh penantian
Alunan Suara Hati
Perjumpaan kau dan aku
Laksana angin terpa pepohonan
Hembus angin kasihku
Hempas gundah pepohonan dihatimu
Tulus kasih dilambung penantian
Disini aku menanti
Mencari sejuta mutiara cinta
Didasar lautan jiwa
Hingga malam kurasa panjang
Dimana penantianku yang tak pernah usai
Sunday, 31 July 2011
Jangan Sebut Sesuatu
Jangan dulu menyebut sesuatu, bila aku
Mengirimkan selembar syair cinta ini khusus untukmu
Biarlah waktu menguji cuaca, hingga harap dan tanya
Berdamai dihalaman, memilih warna indahnya
Jangan tanyakan juga tentang anganku
Biarlah segalanya menumpuk
Seperti lumut pada batu, bertahun-tahun
Jangan katakan keyakinan dan kecemasan
Dihadapanku.biarkan belantara rahasia
Kian rimbun dikamar batin yang sunyi ini
Aku ingin kau menerima sesuatu dari diriku
Bukan karena aku telah memberikan sesuatu pada dirimu
Monday, 18 July 2011
Nyanyian Seorang Pendusta
Akhirnya kutangkap juga isyarat itu,
Lengkingan yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku
Kulihat sinis tersenyum disudut ruang
Tapi masih terdengar syair-syair perihmu
Lewat ventilasi yang masih terbuka
Memompa darah untuk bicra sekerasnya
Kini telah kudapati
Sebab tubuhku kini terbakar dan mengepulkan kekecewaan
Walau luka terasa ringan hingga terlupakan
Tapi masih kucari sorot matamu
Sampai aku dapat teguh menggenggam janji-janjiku
Tak Tahu
Engkau tertegun didepan kata
Cakrawala tiada lagi menggambarkan awal pertikaian
Engkau dan aku hanya langit biru dan putih awan
Yang indah menghiasi cakrawala alam
Ku ingin kau menjadi gairah
Tapi hatiku tersayat, terluka bagi jiwa masa lalu yang teraniaya
Kutangkap sepi di matamu yang biru,
Kucintai malam seperti kau bersahabat dengan kantuk
Yang membawamu dalam mimpi-mimpi
Adakah sedikit kata dalam gelap
Saat pergi dan kembali
Ku tak harap apapun, tak mengharap
Siapapun, juga tak mengharap engkau
Nafasku terhenti kala hening
Dipucuk kebisuan
Kuingin buat senyum
Dalam bebas angin berontak
Bergelegar takdir mengalir arus air
Tertegun kepasrahan masa lalu dan mimpi
Subscribe to:
Posts (Atom)