Tutur katamu yang lembut itu,
sering kali buatku tak berkutik,
bukan karena aku tak mau mengelak,
tapi ku tak mau kecewakanmu.
Dengarkan aku,
aku yang selalu berada disisimu,
aku yang selalu setia denganmu,
dan akulah yang selalu mencintaimu.
Katakan sejujurnya,
jika benar bahwa itu perasaanmu,
katakan sejujurnya,
jika benar kau cinta padaku.
Katakan sejujurnya,
walaupun perasaanmu itu buatku sakit,
katakan sejujurnya,
karena aku akan menunggumu selamanya.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Sunday, 7 August 2011
Friday, 5 August 2011
Kalam Cinta
Pena ini tergores atas kalam-kalam cinta
Meronakan kanvas atas untaian-untaian cinta
Seribu malaikat menauingi cerita-cerita cinta
Seratus peri menari gerak-gerik cinta
Asas-asas cinta dalam pena asmara
Memijak jagad mencoba tumpahkan rasa
Pada pemilik cinta sejati
Bidadari pengobat hati
Yang kelak bersemayam di sanubari
Dengan cinta yang sejati
kala ini kusambut dirimu
walau tak kutemui jasadmu kini
senyum manismu terus terbayang
anganku terbang melayang
menggapai harap yang tak mungkin terwujud
karena ku tahu kau tlah terikat
terikat janji setia
biar kuresapi dan kunikmati senyum manismu
walau jasadmu takkan pernah bisa kurengkuh dan kupeluk
indah memang cerita romeo dan juliet
tapi cinta tak selamanya indah
cinta tak berarti memiliki
karena jasadmu takkan mungkin kumiliki.
jika itu mungkin
seberapa mungkin angan dan harap itu bisa terwujud
seberapa mungkin jasadmu bisa kurengkuh dan kupeluk
seberapa mungkin kudapati dirimu bersandar manja dipelukanku
harap dan anganku berhamburan karena kemungkinan itu takkan terwujud
karena jasadmu takkan pernah dapat kumiliki
Wednesday, 3 August 2011
Keresahan
Dikamar ini
Aku terbelenggu dalam ragu
Resah yang kerap hadir
Membuat mata sulit terpejam
Direlung hati yang paling dalam
Tergores tanya tentangmu
Adakah kata cinta terucap untukku
Adakah kasih sayang bagiku
Hatiku gundah
Diam tanpa kepastian
Membisu tanpa jawaban
Terbelenggu oleh penantian
Alunan Suara Hati
Perjumpaan kau dan aku
Laksana angin terpa pepohonan
Hembus angin kasihku
Hempas gundah pepohonan dihatimu
Tulus kasih dilambung penantian
Disini aku menanti
Mencari sejuta mutiara cinta
Didasar lautan jiwa
Hingga malam kurasa panjang
Dimana penantianku yang tak pernah usai
Sunday, 31 July 2011
Jangan Sebut Sesuatu
Jangan dulu menyebut sesuatu, bila aku
Mengirimkan selembar syair cinta ini khusus untukmu
Biarlah waktu menguji cuaca, hingga harap dan tanya
Berdamai dihalaman, memilih warna indahnya
Jangan tanyakan juga tentang anganku
Biarlah segalanya menumpuk
Seperti lumut pada batu, bertahun-tahun
Jangan katakan keyakinan dan kecemasan
Dihadapanku.biarkan belantara rahasia
Kian rimbun dikamar batin yang sunyi ini
Aku ingin kau menerima sesuatu dari diriku
Bukan karena aku telah memberikan sesuatu pada dirimu
Subscribe to:
Posts (Atom)