Wednesday, 26 October 2011

Untukmu Jiwa Yang Tak Kumengerti

Tersimpan sejuta tanyaku padamu,
tentang hal apa yang telah kulakukan padamu,
sehingga kau membuatku bingung seperti ini,
apakah aku salah? aku tak tau.

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,
aku tak pernah berbohong kepadamu,
tapi mengapa kamu tak percaya padaku?

Untukmu jiwa yang tak ku mengerti,
berkatalah jika aku berbuat salah,
berkatalah sakit jika aku telah menyakitimu,
bukan dengan cara ini.

Kau kekasihku yang selalu ku lukai hatinya,
aku memang tak suci,
tapi bukan tak pantas kan aku bersanding denganmu?

Aku mencintaimu, dan telah jatuh cinta padamu,
aku tak tau, aku tak mengerti,
aku jujur tak mengerti akan semuanya.

Ada apa denganmu?
apa yang buatmu menjadi seperti ini?
kau buatku bingung,
kau buatku tak mengerti.

Karang kokoh pun akan hancur jika kau tak jaga,
karang pun akan melukaimu jika kau tak mencari sisi lembutnya,
karang takkan mampu melindungimu jika kau tak berada disisi seharusnya,
karang ini takkan kokoh tuk selamanya.

Untukmu jiwa yang tak kumengerti,
kau telah berhasil buatku bingung setengah mati,
dalam kesunyian dalam kesepian,
dan hanya tanda tanya besar yang hadir di benakku.

Tuesday, 25 October 2011

Yang Ku Sayang

Di ujung karang pun menjulang,
di tepi samudera nan luas,
kunantikan dirimu,
wahai kekasih hatiku.

Bagai seorang pangeran,
menanti kekasih yang hilang,
tak ku sangka impiankan datang,
terbayang di mata hatipun mengenang.

Walau ke ujung dunia,
pasti kan kunanti,
walau ke tujuh samudera,
pasti akan ku tunggu,
karena ku yakin kau hanya untukku.

Rindupun kini t'lah menggebu,
tak ingin hati kan s'lalu pilu,
karena hanya dirimu,
belahan hati dan seluruh jiwaku.

Monday, 24 October 2011

Rintihan Jiwa

Bila berita surga,
tak lagi membuat hati rindu.
Bila berita neraka,
tak lagi membuat hati merana.
Maka perhitungan amal,
hanyalah angan-angan.
Butalah jiwa,
tersesat fatamorgana.
Mati dalam jasad yang resah.

Berhentilah!
Wahai jiwa yang panjang angan-angan!
Wahai jiwa yang hanya mampu bernostalgia,
dengan sejarah kemenangan!
Wahai jiwa yang hanya mampu meruntuhi kesalahan
dan usaha orang lain!
Kini saatnya memberi makna buat diri sendiri!
Menoreh prestasi, mencatat kemuliaan diri!

Tuesday, 18 October 2011

Sebuah Perpisahan Yang Terlalu Cepat #Anak Al-Ma'soem (XII IPA2)

Pagi ini rasanya tidak ada yang berbeda dengan pagi sebelumnya, masih dengan gagahnya matahari menyinari bumi ini dan seakan memberikan suatu hal yang terang didalam langkah kami , namun rasanya setelah langkah ini mengantarkan saya hingga saya sampai didalam sebuah kelas yang dimana kelas itu selalu menemani suka dan duka kami bersama bapak kami tercinta, rupanya kabar yang sangat membuat saya atau kami sangat terpukul, yah bapak kami telah meninggalkan SMA Al-Ma'soem dan meninggalkan kami semua disaat keadaan seakan baik-baik saja, ini semua semakin membuat kami bertanya ada apa dan mengapa bisa seperti ini ? Terlepas dari itu semua didalam catatan ini biarkan jemari saya menari diatas sebuah laptop kusam yang mencoba menggambarkan prasaan saya dan mungkin sedikit mewakili prasaan kami yang ada didalam sekolah ini atau lebih tepatnya prasaan kami sebagai anak bapak yang ada dikelas XII IPA2, Bapak yang selalu menemani kami dalam setiap langkah kami,bapak yang selalu mendengarkan keluh kesah kami tentang pelajaran,pacar,dll, bapak yang selalu menyambut kami dengan senyuman dan mengasongkan tangannya untuk berjabat tangan dengan jabat tangan yang spesial seperti kami adalah sahabat yang selalu dekat tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap bapak, bapak yang selalu memberikan motivasi terhadap kami disaat kami tidak mendapatkan itu semua dari orang terdekat kami, bapak yang selalu dengan ikhlas mengajak kami bercanda hingga kami merasa kelas ini seperti keluarga yang saling mengisi satu sama lain, bapak yang selalu dengan semangatnya mengajak kami untuk segera meniti masa depan dan selalu mengingatkan kami akan hal buruk karena bapak pernah mengalami masa dimana kami berada sekarang, bapak yang selalu takut jika gagal mendidik kami dan gagal membawa kami menuju tempat dimana kami inginkan, bapak yang selalu menyempatkan waktunya untuk mengingatkan kami membayar DOP melalui sebuah sms walawpun terkadang kami menanggapi hal ini dengan sepele padahal bapak mengirimkan pesan itu ditengah berbagai macam kesibukannya,bapak yang biasa kami lihat dari depan kelas kami tengah sibuk dengan laptopnya dan masih sempat menengok jika kami panggil bapak dan itu tidak akan pernah kami temui didalam sosok siapapun, dan banyak lagi sosok bapak yang tidak bisa kami gambarkan dalam catatan ini karena sosok bapak terlalu spesial sehingga tidak bisa kami jelaskan dengan rinci, namun apapun itu sosok bapak dihati kami adalah sosok bapak yang tidak akan kami temui semasa kami duduk dibangku sekolah, kadang kami merasa kesal dengan bapak, kadang kami merasa tidak sepaham dengan bapak tapi bapak selalu membawa kami hingga kami bisa berjalan dengan satu visi dan misi, Tidak pernah terbesit sedikitpun didalam benak kami bahwa uts ini adalah uts terakhir bapak menemani kami,rasanya ini seperti sebuah petir disiang bolong yang datang dengan mengaggetkan kami semua sehingga membuat kelas kami yang biasanya diwarnai dengan canda kini hanya tersisa tangisan dan sebuah kesedihan karena kami harus kehilangan sosok bapak kami tercinta, rasanya kebersamaan ini terlalu cepat berakhir disaat kami akan mengahadapi UN yang selalu bapak tekankan agar kami fokus dan fokus, bapak yang meninggalkan kami disaat kami masih sangat membutuhkan sosok bapak diantara kami, disaat kami membutuhkan sosok bapak untuk tetap memotivasi kami dan tetap ada dengan senyumannya dan kesahajaannya yang selalu membuat kami ingat akan sosok bapak, mungkin saya hanya 2 tahun mengenal sosok bapak tapi bukan berarti saya tidak mengenal sosok bapak yang sangat dekat dengan saya bahkan tak jarang saya mampir ke rumah bapak untuk sekedar curhat dan mengganggu waktu istirahatnya tetapi bapak tetap menyambut saya dengan senyuman dan memberikan solusi dari setiap masalah yang saya alami walawpun mata baapak terlihat sudah sangat mengantuk, kami sangat terpukul dengan kepergian bapak kami tercinta walawpun bapak mengirimkan pesan melalui saya "tlg sebarkan : ... aku kan slalu ada di hatimu ... ", sesaat setelah pesan itu saya baca maka kami semakin terpukul karena sampai detik ini kami masih mengaharapkan bapak tetap bersama kami dan tidak selangkahpun jauh untuk meninggalkan kami namun pesan itu seolah mengiyakan kabar yang menyebutkan bapak pergi dari kami tanpa alasan yang kami ketahui dan rasanya alasan yang terlalu membuat kami merasa bodoh jika kami membiarkan bapak begitu saja pergi meninggalkan kami, didalam hati kami kami berkata "TOLONG JANGAN BIARKAN BAPAK KAMI PERGI" karena begitu gagahnya sosok bapak dan begitu membutuhkannya kami dengan sosok bapak bersama kekurangan dan kelebihan yang ada didalam diri bapak, rasanya kami menyesal karena kami belum pernah membuat bapak sangat bangga dengan kami, karena kami belum bisa membuat bapak melihat kami lulus melalui jalur undangan,SNMPTN,PMDK,dan jalur lainnya yang membuat kami masuk kedalam perguruan tinggi negri ternama karena dengan itulah kami bisa sedikit membayar rasa lelah bapak menemani kami selama 3 tahun dengan prestasi kami mahasiswa dan mahasiswi ternama dengan dorongan dan semangat lecutan yang selalu bapak tumbuhkan didalam diri kami selama ini, Diakhir catatan ini ijinkan saya ataupun kami mengucapkan terima kasih kepada bapak, ijinkan kami menguraikan air mata kami untuk meminta maaf kepada bapak karena selama bersama bapak tak jarang kami membuat bapak kecewa dengan tingkah kami, ijinkan kami tetap menyimpan bapak sebagai sosok yang tak akan tergantikan didalam hati kami, ijinkan kami untuk tetap mendapatkan motivasi dari bapak, ijinkan kami membuat bapak tersenyum dengan prestasi kami walawpun mungkin tak bisa kami berikan tepat dihari ini, masih ada hari-hari didepan yang akan datang menyambut kami tanpa sosok bapak tetapi itu semua tidak akan menjadikan kami lupa akan sosok bapak, dan kami berjanji tidak akan pernah melupakan sosok ATEP NIRWANA didalam sejarah perjalan hidup kami sampai kapanpun, ijinkan kami tetap menjadikan bapak sebagai bapak kami tercinta dan ijinkan kami untuk tetap melihat sosok bapak seperti yang selalu ada didalam catatan otak kami.

#didalam catatan ini mungkin saya sebagai penulis adalah sosok yang sering membuat bapak kecewa dan sering membuat bapak marah dan merasa direpotkan akan gerak-gerik yang saya lakukan tapi perlu bapak ketahui, mungkin hari ini saya belum bisa membuat bapak bangga dengan sosok saya tapi saya berjanji saya akan membuat bangga dengan senyuman yang terpancar dari sosok bapak dimasa yang akan datang dan jauh didalam lubuk hati saya bahwa setiap saya memutuskan untuk melangkah menuju sebuah kelas maka saat itu pula saya berjalan untuk memberikan yang terbaik untuk bapak disamping orang tua saya dan segala orang yang berpengaruh dalam hidup saya, terima kasih untuk bimbingan bapak hingga samapi detik ini saya masih berada di sekolah yang mulai membuat saya muak ini, dimanapun bapak berada yakinlah kami selalu ada untuk bapak, jangan pernah sungkan untuk tetap memanggil kami dengan sebutan "anak", semoga bapak bisa lebih berhasil ditempat bapak berada sekarang dan semoga bapak bisa membuktikan bahwa sekolah kami telah salah membiarkan bapak pergi begitu saja !!!!!!!!!!!

We love you Pap, We love you Pa Ariel, We love you Pa Parto, And We ALWAYS love you ATEP "AANG" NIRWANA ..



#Deskripsikan sosok bapak kita menurut kalian yah, dikomen aja tulis supaya kita saling tau sosok bapak dimata kita seperti apa, tolong tagg ke temen-temen yang lain yah soalnya saya ga tau semua nama fb nya dan yang mau share mangga ,thanks

By: M. Galuh Fauzi

Sunday, 16 October 2011

Ketulusan

Akal dan pikiranku bak menerawang
Khayal dan impianku terbang melayang
Sesaat kau pertanyakan tentang tulusnya cinta

Apakah cintamu tulus untukku?
Apakah setiamu kan selalu untukku?
Tanyamu membuat gundah kalbuku

Ketulusan cinta takkan terukir harta dan nyawa
Waktu takkan dapat memperhitungkan ketulusan
Ketulusan takkan berubah ditelan zaman
Setiaku hanyalah untukmu pemilik cinta sejati