Hembus belaian angin terpa tubuh yang lelah
langkah tetatih menyusuri jalan berbatu.
terpandang indah kedua bola mata.
langkah tetatih menyusuri jalan berbatu.
terpandang indah kedua bola mata.
Hijaumu, indahmu.
Kabut tipispun turun perlahan.
Kau dan aku tertatih dan tertegun
Kau dan aku tertatih dan tertegun
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Membelai lembut kulit ari menusuk merasuk sukma..
aku dengannya begitu berbeda,
Kecuali dengan cinta yang telah menyatukannya.
Hanya kau..... dan aku......
No comments:
Post a Comment