Di jiwa ini terdapat bahasa yang mengalun indah,
ku mencoba mengungkapkannya,
dan selalu mencobanya.
Namun, apa dayaku,
pandangan matamu menghancurkan jiwaku,
kata-kata yang telah kususun semua dalam anganku,
seketika sirna saat melihat pandanganmu.
Mungkin aku sebuah karang,
yang bisa menyakitimu,
tapi jika kamu tau,
sedikitpun tidak ingin karang ini menyakitimu.
Dengan segenap cinta aku bertanya,
kau inginkan karang ini seperti apa,
hingga membuatmu nyaman,
dan tak merasa tersakiti?
Karang kokoh ini akan hancur,
lebur dan meluber oleh terpaan ombak,
jika kau tak membuatnya senyaman mungkin.
Karang ini terlubangi oleh masa kelamnya,
sebelum kau singgah dan berlindung padanya,
tetaplah berada disandaranmu,
dan berusahalah tutup lubang itu.
Terpaan ombak masih menghantamku,
dan tak pernah ku lewati,
rasa sakitku saat menyakitimu,
karena karang ini lemah tanpamu.
No comments:
Post a Comment