Sunday, 25 September 2011

Kau Yang Mengajariku Arti Kehidupan

Penglihatanmu memang tak berfungsi,
tapi bukan itu yang buatku menjauh,
tapi lantas aku mendekat,
dan menjalin persahabatan denganmu.

Kau memang tak melihat,
tapi hatimu lebih tajam dari pandangan matamu,
kau yang selama ini berikan arti kehidupan,
kau yang selalu bersabar di atas semua cemoohan,
aku salut padamu,
karena aku tidaklah bisa sesabar dirimu.

Biarlah Tuhan membawamu kembali,
sepi itu sekarang milikmu,
sebab kelak juga ia akan menjadi milik siapa saja,
aku, dia, ataupun mereka.

Cerita telah selesai dimainkan dengan baik,
tanpa cela dusta pura-pura,
tidurlah dengan nyenyak paling nyenyak.

Embun hati di basah hijau rumputan,
nanti terus lahir meneduhkanmu dari panas matahari,
mungkin juga bisa gelap paling dan tergelap,
tak luput bersahutan terhampar menjadi hutan.

Selamat tinggal sahabat,
terucap syukurku karena telah mengenalmu,
terucap terimakasih padamu,
yang mengajariku arti kehidupan.

No comments:

Post a Comment