Kau tak perlu bersembunyi,
jika air mata telah jatuh dan terurai,
karena aku takkan menganggapmu lemah.
Jika masa lalumu tak ingin ku ketahui,
tetaplah bersamaku,
karna aku tak akan mengungkitnya.
Tapi yang jelas aku ingin mengetahuinya,
karna aku tak mau menjadi seperti dirinya,
yang telah menyakitimu.
Jadi, keluarlah dari persembunyianmu,
karena aku takkan melukaimu,
seperti yang telah dia lakukan pada dirimu.
Kata-kata angkuh mungkin dapat membuat presepsi kamuflase. Tapi kejujuran dari sang berkata hanya ia yang tahu.
Saturday, 30 July 2011
Kepada Hati Itu
Tatapan tajam dari matanya,
yang penuh dengan arti.
Namun, aku tak pernah tau,
apa yang dia sembunyikan.
Aku sengaja menghindarinya,
bukan untuk menjauhinya,
tapi ku tak mau hal yang sama,
akan terjadi padanya.
Kepada hati itu,
aku pun selalu mencoba,
tuk membuatnya mengerti,
kesungguhan hati seseorang.
Kepada hati itu,
aku hilangkan semua keegoisanku,
hanyalah untuk mendapatkan,
perhatiannya, sayangnya, cintanya.
Dan Kepada hati itu,
aku akan selalu mencoba,
belajar mengerti dirinya di semua arti kehidupan.
Kehidupan yang penuh dengan kehampaan,
jika ku tak mendapatkannya.
yang penuh dengan arti.
Namun, aku tak pernah tau,
apa yang dia sembunyikan.
Aku sengaja menghindarinya,
bukan untuk menjauhinya,
tapi ku tak mau hal yang sama,
akan terjadi padanya.
Kepada hati itu,
aku pun selalu mencoba,
tuk membuatnya mengerti,
kesungguhan hati seseorang.
Kepada hati itu,
aku hilangkan semua keegoisanku,
hanyalah untuk mendapatkan,
perhatiannya, sayangnya, cintanya.
Dan Kepada hati itu,
aku akan selalu mencoba,
belajar mengerti dirinya di semua arti kehidupan.
Kehidupan yang penuh dengan kehampaan,
jika ku tak mendapatkannya.
3 Pemintaanku Terhadap Tuhan
Pertama, aku ingin tuhan membuatku bisa membalas semua kebaikan orang yang telah memberi kebaikan kepadaku apapun itu.
Kedua, aku ingin tuhan memberikanku kekuatan untuk menjalani ujian di dunia ini dengan semua keikhlasan dan meraup sebanyak-banyaknya investasi dari dunia ini untuk akhirat kelak.
Ketiga, aku menginginkan tuhan selalu mendekatkanku dengan orang-orang yang kucinta, kusayang dan yang mencintaiku, menyayangiku, serta kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan, serta membuatku sadar akan semua aktifitasku beserta timbal baliknya.
Kedua, aku ingin tuhan memberikanku kekuatan untuk menjalani ujian di dunia ini dengan semua keikhlasan dan meraup sebanyak-banyaknya investasi dari dunia ini untuk akhirat kelak.
Ketiga, aku menginginkan tuhan selalu mendekatkanku dengan orang-orang yang kucinta, kusayang dan yang mencintaiku, menyayangiku, serta kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan, serta membuatku sadar akan semua aktifitasku beserta timbal baliknya.
Friday, 22 July 2011
Bungkam Mulutmu Sendiri
"Dia bajingan, dia telah banyak berbohong kepadaku!"
Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.
Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.
Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"
Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.
Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.
Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.
Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.
Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.
Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"
Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.
Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.
Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.
Monday, 18 July 2011
Nyanyian Seorang Pendusta
Akhirnya kutangkap juga isyarat itu,
Lengkingan yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku
Kulihat sinis tersenyum disudut ruang
Tapi masih terdengar syair-syair perihmu
Lewat ventilasi yang masih terbuka
Memompa darah untuk bicra sekerasnya
Kini telah kudapati
Sebab tubuhku kini terbakar dan mengepulkan kekecewaan
Walau luka terasa ringan hingga terlupakan
Tapi masih kucari sorot matamu
Sampai aku dapat teguh menggenggam janji-janjiku
Subscribe to:
Posts (Atom)