Showing posts with label Ucapan pahit yang tak seharusnya ku katakan.. Show all posts
Showing posts with label Ucapan pahit yang tak seharusnya ku katakan.. Show all posts

Saturday, 3 September 2011

Menghilang Dalam Hampa

Sekarang apa lagi yang ingin kau buat padaku?
tak satupun dari sejuta gangguanmu itu buatku tertuju padamu,
aku muak akan kamu yang tak pernah dewasa,
setidaknya kau tidak kurang dewasa dari pada aku.

Tapi, bukannya kau berfikir setelah ku putuskan semua,
kau malah merusak segalanya,
ku akan tepati janji itu,
jika kau tak mendekatinya dan bicara padanya.

Dan untukmu yang bersembunyi di balik topeng itu,
ternyata semuanya hanya dusta belaka,
kau inginkan sang dewiku untuk berpaling kepadamu,
tapi silahkan dia bukan milikku lagi.

Semua terasa hampa bagiku,
semua seharusnya ku bisa kontrol,
sehingga tak perlu rasanya aku mengingat semua ini,
tapi kau juga yang ingatkanku pada semuanya.

Ku ingin menghirup kebebasan di atas semua penderitaaanku,
ku ingin merasakan semua syair yang ku buat bukan untuk melepas bebanku,
tapi dasar keindahan sebuah kata-kata,
tapi lupakanlah, semua sudah tak berarti.

Kau bisa hilang dalam hampa,
kau bisa pergi tanpa arti,
kau bisa pergi selamanya,
tapi kau takkan pernah bisa menghapus semua jejak langkahmu itu.

Friday, 22 July 2011

Bungkam Mulutmu Sendiri

"Dia bajingan, dia telah banyak berbohong kepadaku!"

Itu mungkin perkataan yang selalu kau umbar,
kepada setiap teman dekatmu,
untuk menghujat diriku hingga sekarang.

Kini ku bawa kau ke masa lalu,
ketika berawal dari bulan yang penuh pendekatan,
ku dapati dirimu begitu indah perangainya,
hingga ku yakin saja dirimu itu indah di hadapan mataku.

Namun sayang,
aku tak sadar bahwa jiwa iblis,
yang ada dalam akal busukmu itu,
bersembunyi sempurna hingga kini menjadi bumerang bagiku,
sekarang, dengan sejuta ocehan anak kecilmu,
yang ku anggap kini sebagai bahan tertawaanku,
aku yang terkadang tersulut oleh amarah,
berkata, "Bungkam Mulutmu Sendiri!"

Kau selalu bilang aku menkhianatimu,
kurasa malah dirimu yang mengkhianati ucapanmu sendiri,
yang berkata selalu penuh kehambaan,
baru sadar aku semuanya,
bahwa Iblis yang nyata itu adalah kamu.

Jika kamu bisa menghujat Tuhanku,
dengan semua keluh kesah kekesalan kekanak-kanakanmu itu,
ijinkan aku memberimu sebuah permen lolipop,
yang selalu anak-anak kecil idolakan sebagai jajanan favoritnya.

Sekali lagi ku katakan,
"Bungkam Mulutmu Sendiri!"
karena Tuhan pun tau,
siapa yang salah disini,
tanpa kau umbar ucapan busukmu itu.

Sunday, 17 July 2011

Pressure

Jika kau seseorang yang hebat, apakah yang akan anda lakukan saat emosi berkecamuk?
Jika kamu memiliki orang yang sangat kamu sayang, apa yang akan kamu lakukan jika ucapanmu hanya sekadar di dengar dan tak pernah di pahami?
Pernahkah kamu berfikir tentang seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri karena tidak bisa membantu memikirkan orang lain?
Bagaimana seseorang yang menyayangimu akan selalu menyayangimu sedangkan kamu pun hanya mengkritikinya karna tidak senang akan cara untukmu berubah lebih baik?
Apakah orang yang menyayangimu itu menganggap dirinya lebih suci dan lebih dewasa?
Dan mungkin kau hanya berfikir saat dia bisa memperhatikanmu saja dan melihatnya minoritas saat dia mengabaikanmu?
Berfikirlah!
Berfikirlah!
Berfikirlah!
Untukku lebih baik menyelesaikan urusan pribadiku sendiri tanpa campur tangan orang lain selain Allah jika itu malah menambah runyam suasana. Apakah salah jika dalam keadaan penuh emosi kita menghindarkan diri agar orang yang kita sayangi tak merasakan masalah tersebut?
Jika kamu inginkan seseorang yang sempurna dan tak ada cacatnya, mungkin aku bukan orangnya.
Semoga kalian mengerti dengan ucapan panjang lebar ini.