Monday, 18 July 2011

Harap dan Penantian

Ketika malam semakin dingin
Pias wajahmu penuhi dinding sanubari
Kuhadirkan sebuah tanya untukmu
Apakah masih ada cinta untukku

Dalam diam kupejam mata
Kutautkan tangan dalam doa
Tuhanku.....
Semoga harapanku ini
Tak sia-sia dalam penantian panjang ini

Hanya Kau dan Aku

Hembus belaian angin terpa tubuh yang lelah
langkah tetatih menyusuri jalan berbatu.
terpandang indah kedua bola mata.
Hijaumu, indahmu.

 Kabut tipispun turun perlahan.
Kau dan aku tertatih dan tertegun
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Membelai lembut kulit ari menusuk merasuk sukma..
aku dengannya begitu berbeda,
Kecuali dengan cinta yang telah menyatukannya.
Hanya kau..... dan aku......

Sunday, 17 July 2011

Diam

Satu kata yang kusuka darimu adalah diam,
Dan kau buktikan semua itu dengan diam,
Diam kamu berbeda dengan orang lain,
Sehingga aku terbutakan oleh kekagumanku terhadapmu.   

Namun hanya satu kendalaku,
Aku tak percaya jika kau membuka hatimu untukku,
Karena ku tak pantas bagimu,
Ku hanya bermimpi mendapatkanmu.   

Walau kenyataannya semua itu dapat aku lakukan,
Aku masih tak yakin dengan ucapanmu yang penuh keraguan.

Pressure

Jika kau seseorang yang hebat, apakah yang akan anda lakukan saat emosi berkecamuk?
Jika kamu memiliki orang yang sangat kamu sayang, apa yang akan kamu lakukan jika ucapanmu hanya sekadar di dengar dan tak pernah di pahami?
Pernahkah kamu berfikir tentang seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri karena tidak bisa membantu memikirkan orang lain?
Bagaimana seseorang yang menyayangimu akan selalu menyayangimu sedangkan kamu pun hanya mengkritikinya karna tidak senang akan cara untukmu berubah lebih baik?
Apakah orang yang menyayangimu itu menganggap dirinya lebih suci dan lebih dewasa?
Dan mungkin kau hanya berfikir saat dia bisa memperhatikanmu saja dan melihatnya minoritas saat dia mengabaikanmu?
Berfikirlah!
Berfikirlah!
Berfikirlah!
Untukku lebih baik menyelesaikan urusan pribadiku sendiri tanpa campur tangan orang lain selain Allah jika itu malah menambah runyam suasana. Apakah salah jika dalam keadaan penuh emosi kita menghindarkan diri agar orang yang kita sayangi tak merasakan masalah tersebut?
Jika kamu inginkan seseorang yang sempurna dan tak ada cacatnya, mungkin aku bukan orangnya.
Semoga kalian mengerti dengan ucapan panjang lebar ini.

Cerita Kehidupan

Waktu menimbun rinduku
Berbulan-bulan
Hanya perasaan-perasaan kegelisahan
Yang tumbuh memenuhi hati
Kesepianku kini. Haynyalah sendiri
Memujamu kuat syair alam ini

Seperti dulu kasih
Kau masih tetap kusapa
Meski dunia semakin berubah
Kau yang jauh disana
Sedang aku yang disini masih terbelenggu sepi

Pergantian waktu dan hari
Seakan tumbuh sedikit demi sedikit asaku
Juga asamu. Mengabarkan kembali
Tentang kesadaran, tentang keyakinan, tentang ketulusan
Tentang kedewasaan, tentang kesabaran dan ketawakalan
Kesunyian dan kesepian juga kerinduan
Menjadi kidung puisi dan jalan dari pada cerita asmara